Kamis, 14 Mei 2026

Mig33 Bertransformasi Tinggalkan Platform Feature Phone

Penulis : Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah
11 Jun 2014 | 12:21 WIB
BAGIKAN

AUSTRALIA-Melanjutkan proses metamorfosis yang dimulai tahun lalu, mobile social network terkemuka mig33 bertranformasinya dengan merek baru: migme, meninggalkan platform feature phone dan fokus pada pasar Asia Tenggara, Asia Selatan dan Afrika.

Chief Executive Office migme dan salah satu pendiri merek mig33, Steven Goh, mengatakan langkah ini merupakan komitmen perusahaan untuk menggunakan layanan yang berbasis Android, ponsel, desktop web dan user interface (antarmuka pengguna) lainnya, serta meninggalkan platform feature phone yang sebelumnya digunakan oleh mig33.

Sistem operasi ponsel pintar lainnya akan diluncurkan di tahun ini. Pengguna J2ME masih bisa terhubung dengan layanan migme sampai akhir tahun ini, namun setelah 2014 harus menggunakan sistem operasi lain yang akan dirilis tahun ini.

“mig33 dilahirkan sebagai aplikasi chat untuk feature phone, dan perubahan merek, penampilan dan layanan menjadi migme menjadi langkah jelas kami untuk meninggalkan yang lalu dan maju ke depan,” ujar Steve Goh seperti dikutip dalam siaran pers.

Steve melanjutkan, “Perusahaan menyadari bahwa dunia ponsel pintar di negara-negara berkembang kini berbeda dengan lansekap feature phone. Ada kesempatan besar di negara-negara ini untuk menghadirkan layanan yang sesuai dengan selera, perilaku, dan keinginan unik masyarakat yang tidak sepenuhnya diberikan oleh social network regional dan di negara-negara maju.”

“Layanan migme yang baru menggunakan model fan base yang memungkinkan pengguna mem-follow satu sama lain, dan akan ada reward dengan skema seperti game. Ini mereplikasi kesuksesan kami sebelumnya dengan layanan miniblog, chat, chatroom, hadiah virtual dan game – serta memberikan kesempatan bagi kami untuk bekerja sama dengan para selebriti, media, pemilik merek, pengembang game dan mitra-mitra lainnya, dengan cara berbeda dibandingkan perusahaan sejenis yang memberikan layanan social dan messaging lainnya,” lanjut Steve.

Steve menambahkan, sejauh ini para investor dan pengguna merespon sangat positif akan penggunaan merek baru migme serta fungsi dari layanan di platform baru ini.

Untuk memperkenalkan dan meluncurkan migme, Steve hari ini akan menjadi pembicara di Echelon 2014, sebuah konferensi regional yang membahas masa depan bisnis digital dan online di Asia. Pencatatan migme di Bursa Efek Australia direncanakan akan berlangsung di bulan Juli 2014.

Sebelumnya, di bulan April 2014, perusahaan mengumumkan suntikan dana dari FIH Mobile milik perusahaan berbasis di Taiwan: Foxconn. Sementara di bulan Februari 2014, perusahaan mengumumkan akuisisi situs manajemen artis dan hiburan: www.alivenotdead.com. (*/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia