Kamis, 14 Mei 2026

Semester I, Anak Usaha Grup Telkom Raih Pendapatan Rp 600 Miliar

Penulis : Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah
3 Sep 2014 | 20:20 WIB
BAGIKAN


JAKARTA - Anak usaha Grup Telkom, PT Infomedia Nusantara (Infomedia) membukukan pendapatan Rp 600 miliar pada semester I-2014. Pendapatan tersebut disumbang oleh unit usaha Customer Relationship Management (CRM) sebesar 85 persen, atau sekitar Rp 510 miliar. 

"CRM menjadi layanan unggulan yang menyediakan layanan contact center melalui suara, multimedia, social media, dan walk in center," kata Direktur Utama Infomedia Joni Santoso dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/9).

Dari total 11.000 seat yang dimiliki perusahaan, perusahaan bisa memperoleh pendapatan Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per seat per bulan tergantung dari kompleksitas layanan yang diberikan.

"Ada juga yang traffic base seperti Telkomsel yang menarifkan per menit, atau ticket base seperti Garuda," ujarnya.

Sementara biaya investasi human (SDM), machine (infrastruktur), dan material per bulan yang harus dikeluarkan perusahaan mencapai Rp 50 miliar.

Selain CRM, perusahaan penyedia layanan business process management (BPM) tersebut juga memiliki unit usaha lain seperti analytic consulting service (analitic insight based on data), service operation management (layanan gangguan) serta enterprise shared service (billing collection, recruitment HR).

Melalui empat unit usaha tersebut, perusahaan saat ini memiliki 120 klien yang tersebar di 24 lokasi termasuk Jakarta, Medan, Malang dan kota lainnya.

Klien tersebut terdiri dari beberapa industri seperti keuangan (CIMB Phone Banking, Finnet, Rama Asuransi), telekomunikasi (Telkom), entertainment (Next Media), travel (Garuda Indonesia), consumer and industry (Domino Pizza, Dunhill), media and technology serta government (contact center OJK, Polri, Aji, Pemkot Tangerang, Bekasi, Kutai Kertanegara).

"Ya, kami masuk segmen mana saja yang berhubungan dengan IT, kami juga berpartner dengan Avaya Ferin dan Cisco," katanya.

Target  Nomor Satu
Ke depan, perusahaan juga menargetkan menguasai pangsa pasar industri business process management (BPM) di Association of South East Asian Nation (ASEAN).


Perusahaan telah memiliki klien di Australia dan Inggris yang memfokuskan pada pelayanan telemarketing dan document management system (pengarsipan surat berharga dalam bentuk digital).

"Kami juga punya klien di sana, kalau untuk Australia jam 2 pagi agen kami di sini sudah mulai kerja telepon-telepon, kalau untuk Inggris ya jam 10 malam," katanya.

Joni menilai tantangan bukan berasal dari luar. Beberapa kompetitor seperti KPSG, Fats dan Teleperforma (Perancis) telah lebih dulu beroperasi di Indonesia dan tidak terlalu menggangu performa penjualan perusahaan.

Kompetitor terberat menurutnya justru dari in-house call center seperti Mandiri dan Indosat. Padahal, dengan menggunakan jasa BPM outsource dari Infomedia dapat menghemat biaya hingga 30 persen.

"Hanya masalahnya, outsources BPM ini kan bisnis kepercayaan, kebanyakan mereka mengkhawatirkan aspek keamanan data dan kendali terhadap ata itu sendiri, ini yang sedang kami yakinkan kepada mereka," ujarnya. (Berita Satu/Yosi Winosa/FIR)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 32 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 43 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia