Semester I, Anak Usaha Grup Telkom Raih Pendapatan Rp 600 Miliar
JAKARTA - Anak usaha Grup Telkom, PT Infomedia Nusantara (Infomedia) membukukan pendapatan Rp 600 miliar pada semester I-2014. Pendapatan tersebut disumbang oleh unit usaha Customer Relationship Management (CRM) sebesar 85 persen, atau sekitar Rp 510 miliar.
"CRM menjadi layanan unggulan yang menyediakan layanan contact center melalui suara, multimedia, social media, dan walk in center," kata Direktur Utama Infomedia Joni Santoso dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/9).
Dari total 11.000 seat yang dimiliki perusahaan, perusahaan bisa memperoleh pendapatan Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per seat per bulan tergantung dari kompleksitas layanan yang diberikan.
"Ada juga yang traffic base seperti Telkomsel yang menarifkan per menit, atau ticket base seperti Garuda," ujarnya.
Sementara biaya investasi human (SDM), machine (infrastruktur), dan material per bulan yang harus dikeluarkan perusahaan mencapai Rp 50 miliar.
Selain CRM, perusahaan penyedia layanan business process management (BPM) tersebut juga memiliki unit usaha lain seperti analytic consulting service (analitic insight based on data), service operation management (layanan gangguan) serta enterprise shared service (billing collection, recruitment HR).
Melalui empat unit usaha tersebut, perusahaan saat ini memiliki 120 klien yang tersebar di 24 lokasi termasuk Jakarta, Medan, Malang dan kota lainnya.
Klien tersebut terdiri dari beberapa industri seperti keuangan (CIMB Phone Banking, Finnet, Rama Asuransi), telekomunikasi (Telkom), entertainment (Next Media), travel (Garuda Indonesia), consumer and industry (Domino Pizza, Dunhill), media and technology serta government (contact center OJK, Polri, Aji, Pemkot Tangerang, Bekasi, Kutai Kertanegara).
"Ya, kami masuk segmen mana saja yang berhubungan dengan IT, kami juga berpartner dengan Avaya Ferin dan Cisco," katanya.
Target Nomor Satu
Ke depan, perusahaan juga menargetkan menguasai pangsa pasar industri business process management (BPM) di Association of South East Asian Nation (ASEAN).
Perusahaan telah memiliki klien di Australia dan Inggris yang memfokuskan pada pelayanan telemarketing dan document management system (pengarsipan surat berharga dalam bentuk digital).
"Kami juga punya klien di sana, kalau untuk Australia jam 2 pagi agen kami di sini sudah mulai kerja telepon-telepon, kalau untuk Inggris ya jam 10 malam," katanya.
Joni menilai tantangan bukan berasal dari luar. Beberapa kompetitor seperti KPSG, Fats dan Teleperforma (Perancis) telah lebih dulu beroperasi di Indonesia dan tidak terlalu menggangu performa penjualan perusahaan.
Kompetitor terberat menurutnya justru dari in-house call center seperti Mandiri dan Indosat. Padahal, dengan menggunakan jasa BPM outsource dari Infomedia dapat menghemat biaya hingga 30 persen.
"Hanya masalahnya, outsources BPM ini kan bisnis kepercayaan, kebanyakan mereka mengkhawatirkan aspek keamanan data dan kendali terhadap ata itu sendiri, ini yang sedang kami yakinkan kepada mereka," ujarnya. (Berita Satu/Yosi Winosa/FIR)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler

