Kamis, 14 Mei 2026

Kementan Dorong Pemda dan Petani Tetap Tanam Tebu

Investor.id
25 Jun 2017 | 11:42 WIB
BAGIKAN

Dalam kesempatan itu, Bambang mengatakan, Kementan juga mendorong pemerintah daerah (pemda) bersama masyarakat di sekitar pabrik gula agar berkomitmen tidak mengalihkan lahan tebunya menjadi komoditas lain.

 

ADVERTISEMENT

Selama ini, pengalihan dari tanaman tebu terjadi karena rendahnya rendemen dan inefisiensi pabrik gula yang justru menambah beban petani dan mengurangi minat mereka bertanam tebu.

 

“Kami mendorong agar petani mau dan tetap bertanam tebu karena petani tebu memang masih membutuhkan bantuan pemerintah," kata Bambang

 

Selain itu, mulai APBN-P 2017, pemerintah memberikan tambahan alokasi anggaran untuk sektor perkebunan, di antaranya untuk melakukan rawat dan bongkar ratoon. Pada 2018, Kementan menargetkan bongkar ratoom 15 ribu ha kebun tebu rakyat dengan kebutuhan biaya Rp 20 juta per ha.

 

Upaya bongkar ratoon memang masih membutuhkan sosialisasi dan pembinaan kepada petani. “Karena yang biasanya mereka tinggal menikmati hasil, sekarang harus kembali memulai dari nol. Padahal, seharusnya masa daur panen lahan tebu itu maksimal hanya enam kali. Sekarang, sudah lebih dari 10 kali, bahkan 13 kali. Akibatnya produktivitasnya rendah," kata Bambang.

 

Dia mengatakan, tanpa bongkar ratoon maka peningkatan produktivitas tidak akan tercapai. Dengan bongkar ratoon maka petani bisa mengganti tanaman tebu dengan varietas bibit yang produktivitasnya lebih tinggi.

 

“Selama ini, upaya pengembangan teknologi untuk menghasilkan varietas lebih baik juga terus dilakukan, di antaranya dengan kultur jaringan. Dengan demikian, rataan produktivitas dan rendemen tanaman tebu bisa dipacu,” jelas dia. (*)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 22 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 54 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia