RNI Jual Daging Sapi dalam Kemasan Rp70.000/ Kg
JAKARTA-Perseroan Terbatas Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) meluncurkan produk daging sapi kemasan dengan merek "Raja Daging" dengan harga Rp70.000 per kilogram.
"Peluncuran produk Raja Daging ini sebagai komitmen memenuhi kebutuhan daging berkualitas dan sehat dengan harga kompetitif kepada masyarakat luas," kata Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro saat peresmian peluncuran Raja Daging di Gedung RNI, Jakarta, Rabu (26/7).
Menurut Ismed, penetapan harga sebesar Rp70.000 per kilogram agar lebih kompetitif karena RNI melakukan usaha sendiri dari hulu atau peternakan sapi, memprosesnya menjadi produk ritel, hingga selanjutnya menjual langsung kepada masyarakat.
"Harga bisa lebih murah karena RNI mampu memotong mata rantai bisnis daging sapi, termasuk distribusinya," katanya.
Ismed mengaku bahwa komitmen RNI untuk menyediakan daging sapi murah di tingkat masyarakat jangan diragukan karena sejak 12 Juli 2012 RNI telah mengembangkan peternakan sapi.
Peternakan sapi RNI dikembangkan dengan pola terintegrasi melalui Program Sapi Tebu (Sate), Program Sawit Sapi (Sasa), Program Sapi The, Program Petani Mitra Binaan (Plasma), Program Kemitraan, dan Program Sarjana Masuk Desa (SMD).
Peternakan sapi RNI berlokasi di Pabrik Gula Jatitujuh, dan Pabrik Gula Subang, Jawa Barat, berkapasitas 4.250 ekor per bulan, di Perkebunan Sawit Mitra Ogan dan Laskar berkapasitas 1.100 ekor per bulan.
Selanjutnya, di Kebun Teh Mitra Kerinci berkapasitas 300 ekor per bulan, kerja sama dengan BUMD Banyumulek di NTB dan di Pabrik Gula Jatitujuh berkapasitas masing-masing 100 ekor per bulan.
Dengan demikian, jumlah sapi yang dihasilkan RNI dalam setahun bisa mencapai 222.000 ekor.
"Tidak hanya penggemukan (fattering) dan pembibitan (breeding), RNI juga akan mengembangkan pemotongan dan teknologi makanan," ujar Ismed seperti dikutip Antara.
RNI optimistis jumlah sebesar 222.000 ekor per tahun dapat dicapai sejalan dengan pola kerja sama atau bermitra dengan para peternak sehingga mempercepat jumlah produksi serta dampak kesejahteraan lainnya.
Dengan dukungan jaringan distribusi yang dimiliki RNI melalui anak usahanya PT Rajawali Nusindo, produksi RNI dapat disebarluaskan melalui 42 cabang di Indonesia.
Bahkan, saat ini juga diperkuat dengan jaringan ritel RNI, yaitu Rajawali Mart dan Warung Rajawali sehingga produk baru daging kemasan Raja Dading tersebut dapat menembus pasar ritel.(*/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler




