Kamis, 14 Mei 2026

BW Plantation Akan Bangun Pabrik Senilai US$ 6 Juta

Penulis : Anis Rifatul Ummah
20 Feb 2014 | 15:21 WIB
BAGIKAN

JAKARTA - PT BW Plantation Tbk (BWPT) merencanakan untuk membangun pabrik pengolahan kelapa sawit pada kuartal IV tahun ini dengan nilai investasi sekitar 2-6 juta dolar AS.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BWPT, Kelik Irwantoro di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa kapasitas pabrik baru yang akan dibangun di kisaran 10-30 ton per jam tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

"Pada tahun ini, kapasitas pabrik pengolahan bisa mencapai 210 ton per jam TBS," kata Kelik.

Ia mengemukakan bahwa untuk pengolahan kelapa sawit 10 ton TBS dibutuhkan dana sekitar dua juta dolar AS. Pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit itu masih dikaji wilayahnya, yakni antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Pada saat ini, perseroan memiliki tiga pabrik pengolahan dengan kapasitas 150 ton per jam TBS. Pada akhir kuartal I, perseroan akan menyelesaikan pembangunan pabrik pengolahan yang keempat.

Selain membangun pabrik, kata Kelik Irwantoro, perseroan akan melakukan penanaman baru di lahan seluas 4.000 hektar di Kalimanan Timur dan Barat. Ekspansi penanaman baru dan pemeliharaan kebun inti diharapkan menyokong pasokan tandan buah segar ke pabrik baru dalam dua tahun ke depan.

Dikemukakan, total lahan perkebunan kelapa sawit milik BW Plantation mencapai 90.000 hektar. Dari jumlah itu, sekitar 70.000 ha lahan berstatus tertanam. (ID/ths/ant)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia