Kamis, 14 Mei 2026

BW Plantation Bangun Pabrik Baru di Kalteng

Penulis : Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah
21 Aug 2014 | 21:05 WIB
BAGIKAN


SURABAYA - PT BW Plantation Tbk (BWPT) optimistis pembangunan pabrik baru untuk pengolahan kelapa sawit di Kalimantan Tengah (Kalteng) dapat meningkatkan kapasitas produksi pada masa mendatang.

"Pabrik baru dengan investasi 9 juta dolar Amerika Serikat ini, kami harapkan dapat meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan menjadi 135 ton per jam dari sebelumnya 105 ton per jam," kata Finance Director and Corporate Secretary BW Plantation, Kelik Irwantono, ditemui dalam Paparan Publik Investor Summit and Capital Market Expo 2014, di Surabaya, Kamis (21/8).

Ia mengemukakan, pabrik pengolahan kelapa sawit baru itu ditargetkan memiliki kapasitas 45 ton/jam. Proses pembangunan pabrik itu membutuhkan waktu antara 12 hingga 18 bulan. "Dengan begitu, kami yakin pada kuartal pertama tahun depan pembangunan pabrik tersebut selesai," katanya.

Melalui penambahan pabrik itu, tambah dia, mampu memberikan kontribusi lebih terhadap pendapatan perusahaan pada masa mendatang. Secara umum, dana untuk pembangunan pabrik sudah termasuk dalam anggaran capital expenditure (capex) tahun ini yang mencapai sekitar 45 juta dolar AS.

"Besaran dana itu bersumber dari dana kas internal perseroan dan sisa dana hasil obligasi tahun lalu," katanya.

Ia menyebutkan, selain untuk pembangunan pabrik maka dana capex itu juga akan digunakan untuk perluasan lahan sawit. Meski demikian, kini total lahan kelapa sawit yang telah ditanami mencapai 70.000 hektare.

"Dari luasan lahan itu, sebanyak 44.000 hektare di antaranya sudah menghasilkan walaupun usia tanaman di area tersebut baru sekitar enam tahun," katanya.

Di samping itu, lanjut dia, selama semester I 2014 untuk crude palm oil/CPO performa perusahaannya mampu memproduksi hingga 71.756 ton. Volume produksi ini meningkat dibandingkan semester I tahun 2013 mencapai 66.814 ton.

"Untuk tahun depan, kami optimistis realisasi produksi tahun ini naik berkisar 25-30 persen," katanya. (ID/ant/ths)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia