Perawatan Pesawat Sriwijaya Normal Dua Bulan Lagi
JAKARTA, investor.id – Layanan perawatan untuk pesawat Sriwijaya Air Group akan beroperasi normal sepenuhnya dalam dua bulan ke depan setelah kerja sama perawatan pesawat antara Garuda Indonesia dan Sriwijaya dilanjutkan.
"Kemarin kan memang kami setop layanan untuk maintenance. Nah sekarang kami resume untuk kembali beroperasi. Namun tidak langsung, karena memang perlahan. Kami harapkan dalam waktu dua bulan ke depan sudah normal seperti sebelumnya," kata Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Jakarta, Kamis (3/10).
Ari Askhara menuturkan, saat ini sudah 12 pesawat Sriwijaya Air Group yang beroperasi normal. Dia juga memastikan ke-12 pesawat itu memiliki standar keselamatan tinggi. "Sekarang yang sudah dioperasikan 12 pesawat, bertahap kami akan tambah terus. Nanti kami update," ujarnya.
Ia menambahkan, standar keselamatan itu jugalah yang akan menentukan apakah logo Garuda Indonesia bisa dipasang kembali atau tidak. "Kami lihat, kalau nanti standar safety sudah standar Garuda, kami yakinkan 100% nanti kami pasang lagi," katanya.
Pada Selasa (1/10), Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group telah mencapai kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama manajemen (KSM) pelayanan operasional Sriwijaya Air Group.
Begitu pula PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia melanjutkan kembali perawatan pesawat Sriwijaya Air Group setelah kerja sama manajemen antara Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia Group kembali terjalin.
Garuda Indonesia Group menggandeng Sriwijaya Air dalam kerja sama operasi. Namun seiring waktu, kerja sama tersebut semakin tidak sehat, mulai dari perombakan dewan direksi, pemecatan direktur utama hingga pencopotan logo Garuda di tubuh pesawat Sriwijaya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler





