Pekerjaan Konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Dihentikan Sementara
JAKARTA, investor.id -- Pekerjaan pembangunan konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang dihentikan sementara akibat adanya satu karyawan di lokasi proyek yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, pekerjaan konstruksi Tol Serang-Panimbang dihentikan sementara selama 14 hari. Terhitung sejak dirinya menyetujui surat usulan penghentian sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga pada 16 April 2020 lalu.
Dia menambahkan, pekerjaan konstruksi dapat dimulai kembali apabila kondisi di lapangan sudah dinyatakan aman. Hal ini mengacu pada Mekanisme Penghentian Pekerjaan Sementara yang terdapat di Lampiran Tindak Lanjut terhadap Kontrak Penyelenggaraan Jasa Konstruksi di Instruksi Menteri (Inmen) PUPR.
Penghentian sementara, tegas Basuki, tidak melepaskan hak dan kewajiban Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa terhadap kompensasi biaya upah tenaga kerja konstruksi, subkontraktor, produsen, dan pemasok yang terlibat.
"Artinya, upah tenaga kerja konstruksi tetap dibayarkan untuk melindungi hak-hak dan kewajiban para pihak dengan memerhatikan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19," ucap Basuki dalam pernyataan tulisnya, Kamis (23/4).
Penghentian sementara juga sesuai dengan Instruksi Menteri (Inmen) No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi yang terbit pada 27 Maret 2020. Salah satu poin pentingnya menyebutkan penyelenggaraan jasa konstruksi dapat diberhentikan sementara akibat kondisi kahar.
Sebagai informasi, Jalan Tol Serang-Panimbang memiliki panjang 83,67 kilometer (km) yang terbagi menjadi 3 Seksi, yakni Seksi 1 Ruas Serang–Rangkasbitung (26,50 km), kemudian Seksi 2 Ruas Rangkasbitung-Cileles (24,17 km), dan Seksi 3 Ruas Cileles-Panimbang (33 km).
Pembangunannya dikerjakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi sebesar Rp 5,33 triliun yang terdiri dari Seksi 1-2, porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang dan Seksi 3 porsi pemerintah.
Saat ini tengah mengerjakan pembangunan Seksi 1 dengan progres konstruksi 57,31% di mana secara keseluruhan Jalan Tol Serang-Panimbang ditargetkan dapat beroperasi pada 2022.
Disampaikan Basuki, tol ini akan menjadi akses pendukung menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan kawasan wisata Taman Nasional Ujung Kulon serta memberikan kemudahan dan efisiensi waktu perjalanan karena akan tersambung dengan Tol Jakarta-Merak.
Perjalanan dari Jakarta menuju Tanjung Lesung yang sebelumnya ditempuh waktu sekitar 4-5 jam, nantinya hanya sekitar 2-3 jam dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam.
Selain menjadi penghubung menuju daerah pariwisata di sekitar wilayah Banten, keberadaan Tol Serang-Panimbang juga akan memperlancar konektivitas perekonomian masyarakat baik dari sektor industri, barang, dan jasa, khususnya 3 daerah di Provinsi Banten yang dilintasi jalan tol yakni Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang. (c-01)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler

