Jumat, 15 Mei 2026

BI Perkirakan Inflasi September 2022 Capai 1,1%

Penulis : Investor Daily
24 Sep 2022 | 01:19 WIB
BAGIKAN
Pengendara sepeda motor mengantre untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU Pertamina usai pengumuman kenaikan harga BBM di Bekasi, Jawa Barat pada 3 September 2022. (FOTO: Reuters/ Ajeng Dinar Ulfiana)
Pengendara sepeda motor mengantre untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU Pertamina usai pengumuman kenaikan harga BBM di Bekasi, Jawa Barat pada 3 September 2022. (FOTO: Reuters/ Ajeng Dinar Ulfiana)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,1% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm), dengan penyumbang utama kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebutkan, perkiraan tersebut didasarkan pada hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu keempat September 2022.

Komoditas utama penyumbang inflasi September 2022 sampai dengan minggu kedua yaitu bensin sebesar 0,91% (mtm) dan angkutan dalam kota sebesar 0,05% (mtm).

Penyumbang lainnya adalah angkutan antarkota, rokok kretek filter, dan beras yang masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,02% (mtm), serta telur ayam ras, pasir, semen, dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu keempat September yaitu bawang merah dengan andil deflasi sebesar 0,06% (mtm), minyak goreng, daging ayam ras, dan cabai merah masing-masing sebesar 0,03% (mtm).

Komoditas lain yang menyumbang deflasi adalah cabai rawit, tomat, dan emas perhiasan, masing-masing sebesar 0,02% (mtm), serta tarif angkutan udara sebesar 0,01% (mtm).

BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Agustus 2022 terjadi deflasi sebesar 0,21% secara month to month (mtm). Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender pada Agustus 2022 sebesar 3,63%, sementara tingkat inflasi tahun ke tahun pada sebesar 4,69%.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp 12.500 menjadi Rp14.500 per liter. Harga baru itu berlaku mulai 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia