Suku Bunga Acuan Naik, BKF Sebut Keputusan Tepat
JAKARTA, Investor.id - Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menegaskan, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan 50 bps menjadi 4,25% sebagai keputusan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.
"Keputusan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 50 bps pada Kamis (22/9/2022) tentu sudah melalui proses kalkulasi yang matang dari Bank Indonesia terutama dalam rangka menjaga keseimbangan antara mendorong pemulihan dan menjaga stabilitas ekonomi"ucapnya Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Abdurohman kepada Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (29/9).
Saat ini, menurut dia, sejumlah negara maju dan berkembang juga sudah melakukannya respon (naikkan suku bunga acuan) sejak beberapa bulan lalu. Apalagi Bank Sentral AS, (The Fed) juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps. Demikian juga Bank Sentral Inggris yang juga menaikkan kembali suku bunga acuannya sebesar 50 bps.
"Jadi saya kira keputusan Bank Indonesia menaikkan kembali suku bunga acuannya cukup tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 2 kali di tahun ini. Pertama pada bulan Agustus sebesar 25 bps dan 50 bps pada pekan lalu.
Kenaikan ini tidak hanya menjaga stabilitas rupiah, namun dapat mengurangi tekanan inflasi terutama juga dengan pertimbangan kinerja ekonomi nasional yang sudah mampu tumbuh 5,44% pada kuartal kedua.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






