Kamis, 14 Mei 2026

Selain Tol, Jokowi Bangun Infrastruktur Telekomunikasi hingga Energi

Penulis : Amrozi Amenan / Tri Murti / Totok Subagyo / Ester Nuky
29 Sep 2022 | 13:16 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc)
Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama delapan tahun kepemimpinannya tergolong gencar membangun infrastruktur di Tanah Air, sebagian besar di luar Pulau Jawa. Selain jalan tol, Jokowi juga membangun infrastruktur di sektor transportasi seperti bandara dan pelabuhan, serta infrastruktur telekomunikasi, energi, hingga pertanian seperti bendungan.

“Apa yang bisa kita lihat dari prestasi pemerintah sekarang adalah pembangunan infrastruktur sangat massif dan merata di beberapa wilayah Indonesia. Jokowi berkomitmen membangun infrastruktur sejak awal kepemimpinannya, dan itu menjadi agenda kebangsaan sejak awal periode kepemimpinannya,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Andira Reoputra di Surabaya, Rabu (28/9/2022).

Pemerintah juga sudah memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun harus dapat menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, kawasan wisata, serta dapat mendongkrak lapangan kerja baru. Hal ini sudah tertuang dalam pidato pelantikan Presiden Jokowi periode kedua tahun 2019.

ADVERTISEMENT
Selain Tol, Jokowi Bangun Infrastruktur Telekomunikasi hingga Energi

Tahun 2022 dan ke depan, pemerintah juga konsisten mendorong pembangunan infrastruktur. “Infrastruktur penting terhadap agenda bangsa ke depan, untuk kemajuan Indonesia. Pemerintah hari ini membawa konsistensi kemajuan di bidang infrastruktur yang sudah sesuai target dalam delapan tahun pemerintahan Presiden Jokowi, yang mampu mempertahankan dan mengembangakan agenda pembangunan infrastruktur,” tandas Andira.

Di sektor telekomunikasi, Pemerintahan Jokowi juga terus berupaya memperluas jangkauan internet hingga ke seluruh wilayah di Indonesia. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Widodo Muktiyo mengungkapkan baru-baru ini, sebagian besar atau 85% dari total desa di Nusantara sudah terjangkau infrastruktur internet. “Di Indonesia ada 83.218 desa atau kelurahan. Masih ada 12.548 desa/kelurahan yang belum ada infrastruktur 4G,” paparnya.

Dengan melihat hasil dari realisasi dan target infrastruktur yang ada, lanjut dia, pada tahun kedelapan era pemerintahan Jokowi, manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat. Pembangunan ini berdampak menciptakan lapangan kerja, menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, dan memperbaiki jaringan logistik.

Sementara itu, terkait jalan tol, telah dibangun sepanjang 1.700 km selama kepemimpinan Presiden Jokowi. Termasuk, 508 km yang belum diselesaikan dan yang mangkrak di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tol yang dibangun Jokowi 2,1 kali lebih panjang dibandingkan tol yang dibangun periode sebelumnya, terhitung sejak era Presiden Soeharto. Dibanding era SBY, tol yang dibangun Jokowi 8,7 kali lebih panjang.

Pada periode yang sama, Jokowi juga merampungkan pembangunan 30 waduk, 18 pelabuhan, 21 bandara, dan sejumlah marina. Akselerasi pembangunan infrastruktur ditopang oleh keberanian Presiden meningkatkan dana alokasi untuk infrastruktur selama delapan APBN terakhir. Pembangunan infrastruktur era Jokowi tergolong sangat masif dan sebagian besar di luar Jawa.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 39 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia