Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kantor Bank Indonesia (BI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Kantor Bank Indonesia (BI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

BI Perkirakan Inflasi September 5,88%

Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:24 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 sebesar 5,88% secara tahunan atau year on year (yoy). Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan inflasi periode tersebut pada 3 Oktober 2022.

“Kami melakukan penelusuran sesuai survei pemantauan harga. Dimana survei pada minggu kelima inflasinya sekitar 5,88% (yoy)," kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Wahyu Agung Nugroho dalam pelatihan media bersama Bank Indonesia di Bali, Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Inflasi Terkendali, BI Janji Tak Agresif Naikkan Suku Bunga Acuan

Dia menjelaskan, sumber utama penyumbang inflasi pada September adalah bensin sebesar 0,91% secara bulanan. Secara umum, berdasarkan perhitungan BI, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertalite, Solar, dan Pertamax akan menambah inflasi 1,8%-1,9%.

Transmisi kenaikan harga BBM akan dirasakan pada kenaikan harga barang-barang lainnya. Dampak putaran kedua atau second round dari kenaikan harga BBM akan dirasakan sekitar 3 bulan mendatang.

"Hopefully sifatnya akan soft, dampak terbesar first round bulan ini yakni harga bensin solar basket consumer price index (CPI). Sementara, second round sekitar 2-3 bulan ke depan yakni ke tarif angkot, ojek online, angkutan barang dan harapannya pada tahun 2023 akan balik ke kisaran 3% plus minus 1%," ucapnya.

Baca juga: Depresiasi Rupiah 6,40%, BI: Lebih Rendah Dibanding Negara Berkembang Lain

Lebih lanjut, Wahyu menyebutkan bahwa masalah inflasi melebar, pertama sisi inflasi volatile food (harga pangan bergejolak) dan administered price (harga yang diatur pemerintah).

Untuk membawa inflasi kembali ke sasaran 3% plus minus 1% pada tahun depan, ini pula yang mendasari BI untuk menaikan suku bunga acuan. BI juga akan terus memperkuat koordinasi antara TPIP dan TPID.

Menurut Wahyu, BI akan terus memperhatikan perkembangan terkait perkiraan inflasi. Jika diperlukan, pihaknya juga akan terus melakukan rekalibrasi kebijakan moneter ke depannya.

Baca juga: Jokowi Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III hingga 6%

Sebagaimana diketahui, berdasarkan survei pemantauan harga pada pekan kelima September 2022, BI juga memperkirakan inflasi September sebesar 1,1% secara bulanan.

"Kami lakukan kombinasi kebijakan moneter address sisi inflasi inti dan ekspektasi inflasi itu kebijakan suku bunga acuan. Bagaimana pengendalian volataile food atau pangan bergejolak itu kami koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah salah satu dengan inisiasi dan akselerasi gerakan nasional pengendalian pangan," ucapnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com