Kamis, 14 Mei 2026

Waspada, Inflasi Pangan di Bulan Ramadan

Penulis : Arnoldus Kristianus
22 Feb 2023 | 17:36 WIB
BAGIKAN
Warga berbelanja kebutuhan pokok di supermarket. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Warga berbelanja kebutuhan pokok di supermarket. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mewaspadai terjadinya inflasi khususnya pada komponen harga pangan bergejolak (volatile food). Terutama, pada bulan Ramadan dan Lebaran pada kuartal II-2023. Pemerintah menargetkan inflasi berada pada kisaran 3% plus minus 1% pada tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah harus melakukan langkah antisipasi, sebab pada Maret dan April biasanya terjadi faktor musiman, yaitu bulan Ramadan dan hari raya Lebaran. Dalam momentum tersebut terjadi kenaikan permintaan dan mobilitas masyarakat juga melonjak.

“Kita mewaspadai dengan perkembangan harga pangan ini terutama mulai masuk bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, jadi ini menjadi faktor yang sekarang diperhatikan pemerintah yaitu volatile food yang sekarang masih di level 5,7%,” ucap Sri Mulyani, Rabu (22/2/2023).

ADVERTISEMENT

Pemerintah bersama Bank Indonesia (B) bekerjasama dalam menjaga kestabilan inflasi. Pemerintah telah menugaskan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar pengendalian inflasi bisa dilakukan secara sinergis dari pemerintah pusat hingga daerah.

“Kerja sama antara pemerintah dan BI serta berbagai jenjang pemerintah pusat dan daerah melalui tim pengendali inflasi ini mampu mengendalikan inflasi Indonesia pada level yang relatif moderat dibandingkan negara-negara maju, 5,28% yoy atau kenaikan 0,34%,” jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah dan BI menyepakati lima langkah strategis untuk konsisten menjaga inflasi pada kisaran 3%±1% pada tahun 2023.

“Hal yang dilakukan untuk mencapai target 3% plus minus 1% di tahun 2023 adalah memperkuat kebijakan dan menjaga stabilitas makroekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Airlangga.

Lima langkah strategis ditempuh melalui penguatan koordinasi di tingkat pusat dan daerah adalah memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional; menjaga inflasi komponen volatile food, terutama pada masa Hari Besar Keagamaan Nasional, ehingga berada pada kisaran 3% sampai 5%; memperkuat ketahanan pangan domestik melalui akselerasi implementasi program lumbung pangan dan perluasan kerja sama antardaerah; memperkuat ketersediaan data pangan untuk mendukung perumusan kebijakan pengendalian inflasi; memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 57 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia