Jumat, 15 Mei 2026

BI: Posisi Investasi Internasional Indonesia pada Kuartal IV-2022 Turun 

Penulis : Indah Handayani
20 Mar 2023 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Areal perkantoran Bank Indonesia (BI), Jakarta. FOTO ANTARA/Ismar Patrizki.
Areal perkantoran Bank Indonesia (BI), Jakarta. FOTO ANTARA/Ismar Patrizki.

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyebut, Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada kuartal IV-2022 kembali mencatat kewajiban neto yang menurun. Dengan mencatat kewajiban neto US$ 252,2 miliar (19,1% dari PDB). Turun dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir kuartal III-2022 sebesar US$ 262,6 miliar (20,1% dari PDB).

“Penurunan kewajiban neto tersebut berasal dari peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) yang lebih besar dari peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN),” demikian pernyataan BI dalam keterangan pers, Senin (20/3/2023).

Sedangkan posisi AFLN Indonesia kuartal IV-2022 meningkat, dikontribusikan oleh kenaikan seluruh komponen AFLN.  Posisi AFLN akhir kuartal IV 2022 tercatat sebesar US$ 449,8 miliar, naik 3,2% (qtq) dari US$ 435,8 miliar pada akhir kuartal sebelumnya. Seluruh komponen AFLN mengalami peningkatan posisi, dengan peningkatan terbesar pada aset cadangan devisa, investasi langsung, dan investasi lainnya.

ADVERTISEMENT

“Peningkatan posisi AFLN dikontribusikan oleh peningkatan penempatan aset maupun harga aset pada negara penempatan,” tambah BI.

Posisi KFLN Indonesia kuartal IV-2022 meningkat seiring dengan aliran masuk investasi langsung dan peningkatan nilai instrumen keuangan domestik. Posisi KFLN Indonesia naik 0,5% (qtq) dari US$ 698,4 miliar pada akhir kuartal III-2022 menjadi US$ 702,1 miliar pada akhir kuartal IV-2022.

Peningkatan kewajiban tersebut bersumber dari aliran masuk investasi langsung yang tetap solid, sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga. Selain itu, peningkatan KFLN juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global dalam kuartal laporan, sehingga mendorong kenaikan nilai instrumen keuangan domestik.

Secara keseluruhan 2022, PII Indonesia mencatat penurunan kewajiban neto dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2021. Kewajiban neto PII Indonesia turun dari US$ 277,4 miliar (23,4% dari PDB) pada akhir 2021 menjadi US$ 252,2 miliar (19,1% dari PDB) pada akhir 2022. Penurunan kewajiban neto PII tersebut ditopang oleh peningkatan posisi AFLN sebesar US$ 18,8 miliar (4,4% yoy) dan penurunan posisi KFLN sebesar US$ 6,4 miliar (0,9% yoy).

Peningkatan posisi AFLN terutama berasal dari penempatan aset investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya. Sementara itu, penurunan posisi KFLN terutama disebabkan oleh aliran keluar investasi portofolio seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat serta penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah, sehingga turut memengaruhi nilai instrumen keuangan domestik.

BI memandang perkembangan PII Indonesia pada kuartal IV 2022 dan keseluruhan tahun 2022 tetap terjaga serta mendukung ketahanan eksternal. Hal ini tecermin dari rasio PII Indonesia terhadap PDB tahun 2022 yang tetap terjaga di kisaran 19,1%, lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar 23,4%. Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang (93,8%) terutama dalam bentuk investasi langsung.

Ke depan, BI meyakini kinerja PII Indonesia akan tetap terjaga sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19 yang didukung sinergi bauran kebijakan BI dan Pemerintah, serta otoritas terkait lainnya. “Meskipun demikian, Bank Indonesia akan tetap memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian,” tutup BI.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 18 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia