Kamis, 14 Mei 2026

Massindo Group Pegang Lisensi Therapedic di Indonesia dan Singapura

Penulis : Indah Handayani
18 Jun 2023 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Massindo Group menjadi pemegang lisensi Kasur Therapedic di Indonesia dan Singapura.
Massindo Group menjadi pemegang lisensi Kasur Therapedic di Indonesia dan Singapura.

JAKARTA, investor.id – Massindo Group menjadi pemegang lisensi Kasur Therapedic di Indonesia dan Singapura. Therapedic berasal dari Amerika Serikat (AS) dan memiliki pengalaman lebih dari 65 tahun dalam pembuatan kasur yang mendukung kesehatan tulang belakang.

Presiden Direktur Massindo Group Jeffri Massie mengatakan, kasur Therapedic telah teruji secara klinis dan dirancang untuk memberikan dukungan optimal bagi tulang belakang dan membantu mencegah masalah kesehatan tulang belakang. Selain itu, kasur Therapedic juga dilengkapi dengan fitur NanoShield®️ yang dapat melindungi penggunanya dari berbagai virus dan bakteri.

“Fitur ini sangat penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” ungkap Jeffri dalam keterangannya, Minggu (18/6/2023).

ADVERTISEMENT

Jeffri menambahkan, dalam memperkenalkan Therapedic, pihaknya menunjuk Agustin Ramli dan Alit Jiwandana sebagai duta pentingnya tidur berkualitas dalam menjaga kesehatan dan kebugaran. Hal ini seiring dengan kampanye pihaknya tentang manfaat tidur nyenyak dan bangun dengan siap dan berenergi setiap harinya.  

"Agustin Ramli adalah duta yang ideal dengan gelar Miss Indonesia Tourism dan gaya hidup sehat dan aktif. Sedangkan Alit Jiwandana, dengan kegiatan sebagai golfer, akan membantu memperluas cakupan Therapedic di kalangan pecinta golf,” jelas Jefrri.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 13 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 42 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia