Pariwisata, Game Changer Ekonomi Indonesia
JAKARTA, investor.id - Pariwisata merupakan sektor yang paling potensial menjadi penentu (game changer) pemulihan ekonomi nasional. Karena itu, setelah mengubah status pandemi menjadi endemi, pemerintah perlu memberikan insentif kepada sektor pariwisata, baik dalam bentuk fiskal maupun nonfiskal.
Sektor pariwisata berpeluang menjadi motor pertumbuhan ekonomi karena sektor ini tidak membutuhkan banyak investasi namun menghasilkan efek pengganda (multiplier effect) yang sangat besar, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja, devisa, maupun penerimaan negara.
Sektor pariwisata juga mampu menggerakkan konsumsi rumah tangga yang mendominasi distribusi produk domestik bruto (PDB) pengeluaran. Selain itu, sektor pariwisata memiliki banyak sektor ikutan, dari transportasi, industri kerajinan, industri garmen, industri makanan dan minuman, industri keuangan, industri properti, termasuk perhotelan.
Lebih dari itu, di tengah ketidakpastian global, Indonesia tak bisa lagi mengandalkan ekspor dan investasi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.
Hal itu diungkapkan Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, serta Direktur Statistik Keuangan Teknologi Informasi dan Pariwisata BPS Harmawanti Marhaeni. Mereka dihubungi Investor Daily secara terpisah di Jakarta, Selasa (4/7/2023.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam tayangan Youtube yang dikutip kemarin mengakui, libur panjang Hari Raya Iduladha pekan lalu didesain khusus oleh pemerintah untuk memulihkan perekonomian dan meningkatkan pergerakan masyarakat Indonesia pascapandemi Covid-19.
"Setiap pergerakan masyarakat dari segi transportasi dan akomodasi memberikan manfaat ekonomi. Ini berdampak langsung bagi kebangkitan pariwisata dengan target batas atas 1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara (wisnus)," tutur dia.
Pemerintah menaikkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini dari 7,4 juta kunjungan menjadi 8,5 juta kunjungan. Tahun ini, pemerintah juga menargetkan pergerakan wisnus sebanyak 1,2-1,4 miliar pergerakan.
Pariwisata berkontribusi sejitar 4-5% terhadap PDB. Tahun ini, asumsi pertumbuhan ekonomi nasional dipatok 5,3%. Angka itu tak berbeda jauh dari realisasi pertumbuhan ekonomi tahun lalu sebesar 5,31%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






