Pariwisata, Game Changer Ekonomi Indonesia
Ekonomi 2022 disumbang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,93%, investasi tumbuh 3,87%, ekspor tumbuh 16,28%, lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT) tumbuh 5,64%, dan impor tumbuh 14,75%.
Berdasarkan distribusinya, porsi konsumsi rumah tangga tahun lalu mencapai 51,87% terhadap PDB pengeluaran, investasi 29,08%, ekspor (sebelum dikurangi impor 20,90%) sebesar 24,49%, konsumsi pemerintah 7,66%, dan komsumsi LNPRT 1,17%.
Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisman secara kumulatif Januari-Mei 2023 mencapai 4,12 juta, melonjak 312,91% dibandingkan periode sama 2022. Khusus Mei 2023, jumlah kunjungan wisman mencapai 945,59 ribu, naik 9,21% dibandingkan April 2023 dan melesat 166,42% dibandingkan bulan yang sama 2022. Data tersebut menunjukan bahwa kebangkitan sektor pariwisata nasional terus berlanjut.
Dukung Pemulihan
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf menyakini sektor pariwisata bakal mampu menjadi penyokong ekonomi nasional. Sektor pariwisata yang sempat terpuruk di masa pandemi Covid-19 perlahan-lahan mulai bangkit. “Pergerakan wisnus tumbuh luar biasa,” kata dia.
Namun, menurut Triawan, pemerintah tidak perlu mengubah haluan dari wisata berorientasi wisatawan mancanegara (wisman) ke wisatawan Nusantara (wisnus). “Saya kira dua-duanya saja, karena akan lebih baik kalau wisman dan wisnus itu berimbang,” ujar dia.
Perihal lima destinasi super prioritas untuk menjaring wisatawan, yaitu Borobudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo, Triawan Munaf mengungkapkan, pemerintah masih terus melakukan optimalisasi.
“Destinasi wisata harus terus dioptimalisasi, karena yang akan terus ada kurang-kurang. Misalnya, kurangnya ini terkait waktu, seperti membangun hotel, itu kan butuh waktu,” tutur dia.
Triawan yang juga komisaris utama InJourney, menjelaskan, optimalisasi kawasan wisata masih terus dilakukan. Selain optimalisasi kawasan wisata, InJourney mendorong penyediaan armada pesawat, di antaranya dengan mendukung Garuda Indonesia untuk terus memenuhi kebutuhan armada bagi para wisatawan.
Wisman dan Wisnus
Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran sepakat bahwa sektor pariwisata bisa menjadi game changer ekonomi Indonesia.
“Kalau kita mengharapkan sektor pariwisata menjadi pendongkrak ekonomi nasional, kita sepakat. Pariwisata itu kan bahan bakunya nggak pernah habis. Indonesia juga punya kekayaan alam yang sangat besar, dengan potensi wisata yang luar biasa,” tegas dia.
Maulana mengakui, di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia tidak bisa sepenuhnya mengandalkan ekspor dan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI).
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






