Kamis, 14 Mei 2026

Incar 400 Megawatt di 2030, Telkom Targetkan Bangun Data Center Lebih Masif Lagi

Penulis : Kunradus Aliandu
6 Sep 2023 | 09:52 WIB
BAGIKAN
Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono memberikan paparan dalam acara NeutraDC Summit 2023, Senin (5/9/2023), di Bali.
Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono memberikan paparan dalam acara NeutraDC Summit 2023, Senin (5/9/2023), di Bali.

JAKARTA, investor.id - PT Telkom Indonesia Tbk akan lebih agresif dan masif dalam mengembangkan data center di Indonesia seiring tingginya pertumbuhan bisnis ini dengan berbasiskan green energy. Dari total kapasitas data center di Indonesia sebesar 1,5 Gigawatt pada 2030, Telkom merencanakan sudah memiliki 400 Megawatt data center di tahun tersebut.

Hal iu diungkapkan Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia, Bogi Witjaksono di sela konferensi internasional NeutraDC Summit, di The Laguna Hotel Nusa Dua, Bali, Senin (4/9/2023). Menurutnya, pembangunan data center oleh Telkom dilakukan demi mewujudkan kemandirian digital. Dengan keberadaan data center di Indonesia, lokasi data center menjadi lebih dekat ke pelanggan dan ongkos transfer data menjadi semakin ekonomis dan tidak perlu mengeluarkan ongkos hanya untuk mengambil data ke luar negeri, sehingga secara ekonomi akan menaikkan cadangan devisa.


“Jumlah penduduk Indonesia lebih besar, siapa pemanfaat pengguna data pasti Indonesia (51% dari total pengguna data Asia Tenggara). Oleh karena itu, kemandirian digital oleh Telkom diwujudkan dengan pengembangan data center secara agresif karena harus ada di Indonesia agar ongkos transfer data lebih ekonomis dan data lebih dekat ke pelanggan, sehingga tidak perlu mengeluarkan ongkos hanya untuk mengambil data ke luar negeri, tetapi cukup mengambil data dalam negeri dan secara ekonomi akan menaikkan cadangan devisa kita,” kata Bogi.

Chief Executive Officer NeutraDC Andreuw Th A F menambahkan, pertumbuhan compound annual growth rate (CAGR) bisnis data center dari tahun ke tahun mencapai 18%. Dengan tingginya pertumbuhan permintaan data center, Telkom terus menambah pembangunan data center di Cikarang dan Batam yang segera beroperasi pada akhir Oktober atau November dan beberapa kota lainnya.

Terkait keamanan data, Bogi Witjaksono memastikan seluruh data center yang dimiliki Telkom sudah menerapkan suatu standar global untuk bagaimana mengamankan data center. Telkom Group akan terus memberikan value yang berbeda dari operator data center lain, salah satunya adalah membangun data center yang memiliki sustainability energy, dan kedua menjaga pengguna data terbesar yang merupakan salah satu pemain operator selular terbesar di Indonesia. “Kedua value ini harus kita jaga, supaya kepentingan nasional bisa kita jaga juga,” tegas Bogi.

ADVERTISEMENT

Dengan adanya data center di Indonesia, Bogi Witjaksono memaparkan, konsumen pengguna data internet di Indonesia menikmati keuntungan juga karena dapat menikmati layanan tarif internet yang kompetitif. Hal ini karena untuk bisa menikmati shopee atau tiktok live streaming, dibutuhkan sumber daya yang besar untuk mengalirkan data. “Di balik live streaming itu konsumsi sumber daya meningkat bukan dua kali, bisa sepuluh kali lipat, itu untuk mengalirkan informasi live, resourcesnya besar sekali. Inilah tugas Telkom sebagai agen pembangunan pemerintah untuk dapat menjaga daya beli masyarakat dan menjaga kemandirian nasional dalam ekonomi digital dengan memberikan harga yang kompetitif,” kata Bogi.

Salah satu strategi untuk mempercepat pembangunan data center, lanjut Bogi, adalah memodernisasi STO-STO (Sentral Telepon Otomat) yang strategis untuk diubah menjadi neuCentriX. Hal ini dilakukan untuk menjadi market leader di Indonesia dengan kapasitas data center sebesar 400 megawatt pada 2030. Saat ini Telkom memiliki data center di 25 kota dengan utilisasi sudah mencapai lebih dari 70%, dan akan terus berencana melakukan ekspansi di beberapa kota di Indonesia, bahkan di luar negeri.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 39 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 50 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia