Kamis, 14 Mei 2026

Plarform Cloud Pengambil Keputusan dengan Kecerdasan Buatan

Penulis : Happy Amanda Amalia
11 Sep 2023 | 11:13 WIB
BAGIKAN
Risk Lifecycle and Decision Management Lead FICO Asia Pacific, Aashish Sharma dan Managing Director FICO Asia Pacific, Dattu Kompella (kanan). (Foto: Istimewa)
Risk Lifecycle and Decision Management Lead FICO Asia Pacific, Aashish Sharma dan Managing Director FICO Asia Pacific, Dattu Kompella (kanan). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – FICO, perusahaan penyedia perangkat lunak analitik, merilis platform berbasis komputas awan (cloud) untuk melayani pasar dengan solusi on-premise dan hosted canggih. Teknologi ini bertujuan menyokong lanskap bisnis dengan menyediakan analisis tingkat lanjut dan kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan pertumbuhan, memperkuat hubungan dengan pelanggan, dan memungkinkan transformasi perusahaan.

Menurut studi Forrester Consulting, yang diprakarsai FICO, meningkatkan pengalaman pelanggan merupakan prioritas utama bagi tiga dari empat pengambil keputusan industri di Indonesia. Studi ini juga mengungkapkan bahwa lembaga jasa keuangan yang telah menerapkan atau memperluas penggunaan teknologi analisis tingkat lanjut cenderung mengalami peningkatan akuisisi pelanggan, peningkatan profitabilitas, dan peningkatan pemenuhan kepatuhan.

Managing Director FICO di Asia, Dattu Kompella mengatakan bahwa perbankan, lembaga jasa keuangan (LJK), perusahaan asuransi, perusahaan telekomunikasi, perusahaan utilitas, dan banyak bisnis lainnya di Indonesia dapat memanfaatkan platform yang terdiri dari perangkat dan teknologi yang telah dipatenkan untuk mengambil keputusan berdasarkan data dengan penuh keyakinan

ADVERTISEMENT

“Dalam lanskap bisnis Indonesia yang dinamis, kami melihat adanya potensi yang luar biasa. Dengan Platform FICO®, bisnis lokal dapat memperoleh wawasan yang tak ternilai, mengoptimalkan operasional, mencapai hasil bisnis yang berdampak, memperkuat hubungan dengan pelanggan, mendorong laju transformasi digital untuk tetap kompetitif, dan meningkatkan pertumbuhan,” ujarnya dalam keterangan pers.

Ditambahkan oleh Kompella, platform FICO® saat ini melihat momentum signifikan dalam sektor jasa keuangan. Banyak bank terkemuka dan inovatif di dunia memilih platform ini sebagai esensi dari upaya transformasi digital mereka. Di Asia Pasifik sendiri terdapat perusahaan-perusahaan, seperti ANZ, AGL, Trust Bank, dan lainnya yang menggunakan platform ini.

Di samping itu, terdapat Superbank – sebuah bank baru yang didukung oleh Grab, Emtek, dan Singtel – yang menggunakan platform FICO untuk meningkatkan layanan digitalnya dan memperluas jangkauan layanannya. Ini karena Superbank ingin memanfaatkan sumber daya data, teknologi, dan jaringan luas untuk melayani masyarakat yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia dengan menyediakan produk keuangan yang sederhana, transparan, dan fleksibel.

“Dengan memanfaatkan kemampuan pengambilan keputusan yang nyaris instan dari Platform FICO®, kami akan memiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk beroperasi setelah kami menyelesaikan transformasi kami menjadi bank dengan layanan berbasis digital,” kata Chief Business Officer Superbank, Sukiwan.

Menurut Sukiwan, kecepatan waktu untuk mendapatkan nilai yang ditawarkan platform itu akan memungkinkan perusahaan untuk dengan cepat memberikan produk dan layanan keuangan yang inovatif kepada para nasabah, sekaligus memastikan perusahaan menjadi yang terdepan dalam lanskap digital yang serba cepat ini.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 29 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 40 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia