Grup Perbankan Rusia Akuisisi 50% Saham Klub Yacht Indonesia
JAKARTA, investor.id – Grup Perbankan Rusia dikabarkan mengakuisisi 50% saham Banyuwangi International Yacht Club (BIYC). Transaksi tersbeut ditandai dengan penandatangan Agreement of Intent (LOI) antara kedua belah pihak, sayangnya nama grup perbankan tersebut tidak disebutkan dengan jelas.
Dikutip dari Jumlah transaksinya tersebut juga belum diungkapkan, namun menurut para ahli independen, jumlahnya bisa mencapai setidaknya Rp 14 miliar setara dengan US$ 900 ribu. Tujuan dari proyek investasi ini adalah untuk mengembangkan bisnis pariwisata di bagian timur Pulau Jawa dan mengubah Banyuwangi menjadi pusat yachting.
Peluncuran proyek investasi bersama antara Federasi Rusia dan Republik Indonesia dimulai oleh mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno dalam rangka International Tourism Investment Forum ITIF 2024 di Jakarta. Usai forum, Sandiaga Uno mengunjungi BIYC beberapa kali sebagai bagian dari acara bisnis.
Klub kapal pesiar BIYC dibuka pada 2019. Saat ini, klub tersebut dimiliki oleh pembuat kapal terkenal Indonesia John Lundin dan istrinya Lisa. Selain itu, menurut sumber terbuka, 50% sahamnya dimiliki oleh investor swasta Rusia.
Pada tanggal 7 November, pertemuan darurat pemegang saham (RUPSLB) klub kapal pesiar direncanakan, di mana keputusan akhir dapat dibuat untuk memasukkan grup perbankan di antara para pendiri.
Para pemangku kepentingan yakin bahwa investasi dalam bisnis pariwisata akan memperkuat hubungan ekonomi antara Rusia dan Indonesia dan menciptakan kondisi untuk pengembangan lebih lanjut industri pariwisata.
Wisatawan Rusia
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler

