Jumat, 15 Mei 2026

Kuota Pupuk Bersubsidi Jadi 9,5 Juta Ton, Siap Ditambah Lagi

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
12 Nov 2024 | 17:01 WIB
BAGIKAN
Petani menebar pupuk di areal sawah Desa Pasekan, Indramayu, Jawa Barat, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Petani menebar pupuk di areal sawah Desa Pasekan, Indramayu, Jawa Barat, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah bakal merealisasikan penambahan kuota pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton pada tahun 2024. Berdasarkan arahan dari Presiden Prabowo, pemerintah bahkan siap untuk kembali menambah kuota pupuk subsidi jika luas tanam bertambah.

Hal tersebut Amran sampaikan usai rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan sejumlah Kementerian/Lembaga, mulai dari Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Pupuk Indonesia, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dan instansi terkait lainnya, yang digelar di Kantor Kementan, pada Selasa (12/11/2024).

“Kabar gembira untuk petani seluruh Indonesia. Pertama, atas arahan Bapak Presiden, volume pupuk ditambah 2 kali lipat dari rencana sebelumnya yaitu 100% naik dan kita sekarang berdasarkan kuantum jadi 9,5 juta ton kuantumnya per tahun, kalau luas tanah bertambah, kita tambah,” ungkap Amran.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, penambahan kuota pupuk bagi petani ini akan memberikan kepastian akan ketersediaan pupuk, sebab saat ini dalam kondisi cukup. Ia pun berharap agar petani dapat fokus untuk meningkatkan produktivitas guna mewujudkan swasembada pangan.

Berdasarkan catatan Investor Daily, anggaran pupuk bersubsidi tahun ini resmi dinaikkan menjadi Rp 54 triliun, dari sebelumnya Rp 26 triliun pada tahun 2024 ini. Artinya, terdapat penaikan anggaran pupuk bersubsidi senilai Rp 28 triliun.

Kuota Pupuk Bersubsidi Jadi 9,5 Juta Ton, Siap Ditambah Lagi
Ilustrasi: Investor Daily

Dengan anggaran Rp 54 triliun, kuantum pupuk bersubsidi 2024 meningkat menjadi 9,55 juta ton dari sebelumnya 4,72 juta ton. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Menteri Keuangan No. S-297/MK.02.2024 yang telah diterima Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang terbit pada pekan terkahir Maret 2024.

Dengan penambahan itu, petani diharapkan segera mempercepat tanam dan meningkatkan produksi dalam negeri agar ke depan Indonesia mampu mewujudkan swasembada.

Penyederhanaan Distribusi Pupuk

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia