Pemerintah Anggarkan Rp 12 Triliun untuk Pembangunan dan Revitalisasi Irigasi
JAKARTA, investor.id – Pemerintah menyetujui peningkatan anggaran untuk sektor pertanian. Hal ini bertujuan untuk mendukung percepatan kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam program swasembada pangan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menuturkan, melalui Inpres, pemerintah mendukung perbaikan sistem irigasi nasional. Karena itu, Mentan penghargaan luar biasa kepada Presiden Prabowo yang telah meneken kebijakan krusial tersebut untuk pembangunan dan revitaliasi infrastruktur irigasi.
“Bapak Presiden setujui irigasi tersier, primer, dan sekunder untuk 2 juta hektare bersama Kementerian PU, anggarannya Rp12 triliun untuk seluruh Indonesia,” ungkap Amran dalam keterangan resminya, Selasa (31/12/2024).
Amran menuturkan pembenahan sistem irigasi nasional ini, menjadi tanggung jawab seluruh pemerintah di setiap tingkatannya. Baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, lanjut Amran, dapat membenahi sistem irigasi secara bersama-sama.
"Kabupaten bisa melaksanakan, Provinsi bisa melaksanakan, Pusat juga bisa melaksanakan, sehingga kita betul-betul produktif," terang Amran.
Sebelumnya, Amran menyebutkan pembenahan sistem irigasi akan dilakukan mulai awal tahun 2025, difokuskan di Pulau Jawa terlebih dahulu. Amran mengatakan sistem irigasi ini ditujukan untuk daerah dataran tinggi (upland) di Pulau Jawa, sekaligus melangsungkan normalisasi irigasi di sana.
Hal ini disampaikan Amran selepas menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dengan TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Rakor tersebut dilakukan demi pembahasan irigasi nasional guna memastikan optimalisasi lahan (oplah) swasembada pangan.
"Jawa untuk upland dan normalisasi Pulau Jawa dulu. Karena produksi kita 50 sampai 60% dari Pulau Jawa. Normalisasi irigasi," jelas Mentan Amran saat jumpa pers di kantor Kementan, Senin (30/12/2024).
Di sisi lain, Amran mengungkapkan, proyek kolaborasi sistem irigasi yang dilakukan di luar pulau Jawa, akan difokuskan pada optimalisasi lahan (oplah). Oplah yang dimaksud yaitu lahan tanam berupa rawa, namun ditingkatkan kembali produksi panen dari sebelumnya.
"Kemudian luar Jawa adalah kita fokus pada oplah, optimalisasi lahan, Yaitu daerah rawa yang dulu tanam 1 kali menjadi 3 kali. Jawa yang dulu tanam 2 kali menjadi 3 kali. Nah itu fokusnya," jelas Amran.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






