Jumat, 15 Mei 2026

Jepang dan Malaysia Berguru Peningkatan Produksi Beras ke Indonesia

Penulis : Muhammad Farhan
29 Apr 2025 | 07:48 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai membuka Kornas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Indonesia di Kanpus Kementan pada 26 April 2025. PPL berperan mendampingi petani dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (Foto : Muhammad Farhan)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai membuka Kornas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Indonesia di Kanpus Kementan pada 26 April 2025. PPL berperan mendampingi petani dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (Foto : Muhammad Farhan)

JAKARTA, investor.id–Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Jepang dan Malaysia ingin belajar motode pompanisasi dalam rangka menggenjot produksi beras ke Indonesia. Jepang dan Malaysia tengah mengalami penurunan produktivitas padi yang salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim.

Mentan Amran menyatakan, Jepang ingin mempelajari peningkatan produksi beras di Indonesia. Sebab, situasi pertanian Jepang tengah mengalami kendala produktivitas. Selain Jepang, Malaysia juga mengalami kesulitan ketersediaan beras nasional. Situasi krisis beras di Jepang dan Malaysia lantaran perubahan iklim.

Menurut kedua negara, Indonesia di saat yang sama justru berhasil mengatasi tantangan pertanian dalam menghadapi perubahan iklim melalui pompanisasi. “Di Jepang itu masalah produktivitas. Baru saja, kami (juga) ketemu Menteri Pertanian Malaysia, soal produktivitas karena ada climate change. Kalau kita mengantisipasi perubahan iklim itu dengan langkah cepat, yaitu pompanisasi,” jelas Mentan Amran selepas peresmian Kornas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Indonesia di Jakarta pada 26 April 2025.

ADVERTISEMENT

Mentan mengakui keinginan Jepang dan Malaysia itu sesuatu yang membanggakan bagi Indonesia. Lantaran keberhasilan Indonesia pada pompanisasi tersebut, lanjut Amran, mendorong Jepang dan Malaysia tertarik untuk mempelajarinya langsung ke Indonesia. “Mungkin yang tidak dilakukan (pompanisasi). Sehingga mereka belajar ke Indonesia. Minta belajar, saya katakan kita terbuka,” jelas Amran.

Selain pompanisasi, Jepang dan Malaysia juga ingin mempelajari teknologi pertanian yang sudah berhasil diterapkan di Indonesia. “Minta belajar benih, water management, sumur dangkal, sumur dalam, irigasi pompa, air pump, kita kendali. Mereka akan kirim timnya belajar di Indonesia,” ujar Mentan.

Mentan juga mengungkapkan keberhasilan kinerja pertanian selama 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah menghebohkan dunia. Stok beras nasional kini tembus 3 juta ton. “Capaian kita saat ini, khususnya stok, itu 3.180.000 ton, tertinggi selama 23 tahun, bahkan bisa jadi selama merdeka. Produksi kita lompatannya sesuai BPS, bukan kata saya, itu Januari-April kurang lebih 50-62%," jelas dia.

Kinerja ini berkat kerja keras dan pengabdian para PPL di seluruh Indonesia. Tanpa terkecuali, peran lembaga negara terkait yang ikut menyukseskan peningkatan produktivitas pertanian. “Terima kasih setinggi-tingginya ke seluruh Kepala Dinas, PPL, Pangdam, Dandrem, Kapolda, dan Kapolres di seluruh Indonesia, serta seluruh pihak lainnya yang terlibat, BUMN, PIHC, Bulog,” kata dia.

Peran Penyuluh

Sebagai raya syukur atas capaian keberhasilan peningkatan produktivitas pertanian selama 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo, Kementerian Pertanian (Kementan) mengundang 37 ribu PPL mengikuti Kornas PPL se-Indonesia dengan 5.000 di antaranya datang fisik ke Kantor Pusat Kementan.

“Kegiatan ini untuk mengapresiasi kinerja pertanian,” ujar Mentan. Peningkatan produksi pertanian, utamanya beras, juga terjadi berkat dukungan Presiden Prabowo Subianto yang memang fokus pada kebijakan berwawasan swasembada pangan. “Ini berkat kerja keras kita semua, atas gagasan besar Bapak Presiden. Presiden luar biasa, menerbitkan empat inpres dan perpres dalam 100 hari pemerintahan," tutur Mentan Amran.

Presiden Prabowo memberikan kebijakan propetani yang memudahkan kinerja para petani di Indonesia, di antaranya mereka menjadi lebih mudah mengakses pupuk karena regulasi yang telah disederhanakan. “Perpres hadir untuk mempermudah petani kitamengakses sarana produksi, khususnya pupuk. Jumlahnya ditambah, regulasinya disederhanakan," jelas Mentan Amran.

Salah satu inpres juga mengatur PPL sebagai pendamping petani mewujudkan swasembada. Karenanya, lewat Kornas PPL se-Indonesia diharapkan para PPL ke depan fokus mengawal percepatan luas tambah tanam (LTT), peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas padi, serta mendorong akselerasi program utama Kementan di daerah.

PPL yang hadir daring di Kornas PPL se-Indonesia merapatkan diri di tiap Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Kornas juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian, seluruh jajaran eselon I Kementan, Staf Khusus Mentan, Direktur PIHC, Direktur Pengadaan Bulog, Kepala Dinas Pertanian, jajaran TNI-Polri, dan mitra strategis sektor pertanian.

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia