Sabtu, 4 April 2026

Pemkot Tangsel Bangun Pengolahan Sampah Senilai Rp2,6 Triliun

Investor.id
6 Mei 2025 | 08:34 WIB
BAGIKAN
Penjelasan tentang sistem pengolahan sampah
Penjelasan tentang sistem pengolahan sampah

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) akan membangun pengolahan sampah modern senilai Rp2,6 triliun. Sampah yang diolah akan menghasilkan energi listrik.

Pengolahan sampah ini menggandeng Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) melalui unit usahanya PT. Indoplas Energi Hijau (IEH) bersama partner penyedia teknologi yaitu China Tianying Inc (CNTY).

“Pemerintah Kota Tangsel dan warga menginginkan wilayahnya bersih dan sehat dengan cara ramah terhadap sampah. Maka sudah saatnya daerah Tangerang Selatan, khususnya Serpong, harus memiliki prasarana dan fasilitas penampungan dan pengolahan sampah yang modern dan ramah lingkungan," kata Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Benyamin Davnie di Tangerang Selatan, Senin (5/5/2025).

Benyamin mengungkapkan, investasi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kota Tangsel ini menelan biaya Rp 2,650 triliun. Masa pelaksanaan pembangunan fasilitas PSEL direncanakan akan selesai dalam waktu 2 tahun dengan masa persiapan 1 tahun. “Jadi diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2028 dan mulai beroperasi full pada 2029,” kata Benyamin.

Advertisement

Dengan dukungan Pemda setempat beserta Kementerian/Lembaga, jadwal pelaksanakan Pembangunan fasilitas PSEL dapat dilakukan lebih cepat lagi, mengingat pengelolaan sampah ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, sehingga fasilitas PSEL ini akan beroperasi secara penuh komersial pada tahun 2029.

Masa operasional adalah selama 27 tahun. Setelah itu fasilitas PSEL akan diserahkan oleh BUP kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan di akhir masa periode kerjasama dengan skema Built Operate Transfer (BOT).

“Pembangunan prasarana pengolahan sampah ini merupakan salah satu bukti komitmen pemerintah daerah dalam membenahi tata kelola persampahan di Kota Tangsel" ujar Wali Kota Benyamin.

1.100 Ton Sampah

PSEL Cipeucang ini akan mengolah sedikitnya 1.100 ton sampah, menggunakan teknologi MGI atau Moving Grate Incenerator yang dapat mereduksi secara maksimal hampir seluruh sampah yang dihasilkan kota Tangerang Selatan.

Hingga saat ini, sampah-sampah rumah tangga dan sampah lainnya terus menggunung di TPA Cipeucang. Kendaraan pengangkut sampah dari berbagai wilayah Kota Tangerang Selatan harus antre untuk menurunkan muatan sampah di tempat ini, dengan terus bertambahnya volume sampah mengakibatkan TPA Cipeucang mendapat keluhan dari warga.

Tempat Penampungan Akhir (TPA) Cipeucang yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, selama ini menjadi satu-satunya tumpuan tempat penampungan dan pengolahan akhir sampah yang berasal dari seluruh wilayah Tangerang Selatan.

“TPA Cipeucang ini sudah penuh dan tidak lagi memadai, karena volume sampah masyarakat terus bertambah. Fasilitas pengolahan sampah yang efektif, teruji, dan maksimal dalam pengolahan sampah (Zero Waste) sangat dibutuhkan,” kata Bobby Gafur Umar selaku Ketua Konsorsium IEH-CNTY.

Bobby menambahkan, PSEL yang akan dibangun ini adalah prasarana modern yang sangat ramah lingkungan.  “Listrik yang dihasilkan oleh PSEL ini adalah listrik yang bersih dan proses dari fasilitas pengolahan sampah ini akan mengikuti standar ramah lingkungan internasional yang tidak menimbulkan dampak kerusakan lingkungan seperti dampak emisi karbon, polusi udara, dan dampak bau," ungkap Bobby.

Fasilitas ini, menurut Bobby, nantinya akan mampu memproses sedikitnya 1.000 ton sampah baru ditambah 100 ton hasil pemilahan dari timbunan sampah lama yang ada di TPA Cipeucang dalam sehari.

Proses pengolahan sampah ini sangat efisien dan maksimal serta dapat mengolah sampah sedikitnya 90% dari sampah yang masuk tanpa proses pemilahan jenis sampah sebagaimana metoda pengolahan sampah yang lain yang memerlukan pemisahan sampah yang masih menyisakan problem dari sampah yang tidak terolah.

Pengolahan sampah lama yang ada di TPA Cipeucang menjadi hal yang sangat penting dalam rangka mengeliminasi pencemaran lingkungan dan risiko kelongsoran serta kebakaran di wilayah tersebut.

“Yang jelas, PSEL ini nantinya akan menjadi salah satu fasilitas yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Tangsel. Selain itu, PSEL ini tidak hanya memberikan solusi modern bagi masalah persampahan. Akan tetapi juga berkontribusi pada penyediaan energi terbarukan,” tegas Bobby.

Tanpa Libatkan APBD

Lebih lanjut, Bobby menyatakan, yang paling penting dan harus menjadi catatan publik adalah pembangunan PSEL senilai Rp2,650 triliun ini sepenuhnya merupakan investasi dari investor dan tidak menggunakan dana APBD Pemkot Tangsel.

Bobby Gafur Umar yang juga Wakil Ketua Unum Koordinator Bidang Investasi, Hilirisasi, dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia ini menjelaskan kebijakan energi Indonesia dalam satu dasawarsa mendatang dipastikan akan mengandalkan energi terbarukan, dan akan bertumpu pada ekonomi kerakyatan serta lingkungan.

Hal ini akan membawa dampak positif pada kinerja dunia usaha dan korporasi yang mengambil bisnis model ini.

“Mengolah sampah menjadi energi (waste to energy) yang sejak awal menjadi basis bisnis kami, akan terus dikembangkan. Pengolahan sampah telah menjadi hal yang sangat penting dalam upaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menciptakan nilai tambah dari barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Dengan pendekatan dan cara yang tepat, pengolahan sampah bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan,” beber Presdir PT Maharaksa Biru Energi Tbk -sebagai bagian dari konsorsium ini.

Editor: Mardiana Makmun

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 27 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 52 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia