Kamis, 14 Mei 2026

Kemenko PM Dukung Percepatan UMKM Naik Kelas

Penulis : Heru Febrianto
12 Mei 2026 | 20:56 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Ediso di Bandung Creative Hub, Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). (Foto Ist)
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Ediso di Bandung Creative Hub, Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). (Foto Ist)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meluncurkan program Perintis Berdaya Connect yang menandai babak baru dalam upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pendekatan konektivitas dan pemberdayaan berbasis ekosistem.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Ediso menyebut program tersebut hadir sebagai ekosistem terpadu yang mempertemukan antara pengusaha usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, dan koperasi dengan mitra strategis untuk mencapai kemandirian ekonomi melalui partisipasi publik yang aktif.

“Perintis Berdaya Connect adalah jembatan nyata agar masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu naik kelas menjadi penggerak ekonomi,” ucap Leontinus di Bandung Creative Hub, Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

Sebagai bentuk komitmen terhadap partisipasi publik, Leontinus juga membuka sesi dialog bertajuk, ‘Dari Ruang Menjadi Peluang, Orkestrasi Ekosistem Usaha Masyarakat’ bersama para pengusaha UMKM untuk mendengar langsung aspirasi mereka.

“Presiden Prabowo telah memberikan arahan yang sangat jelas: UMKM harus diperkuat sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional. Melalui dialog ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang kami ambil benar-benar relevan dengan kebutuhan Bapak/Ibu sekalian,” kata Leontinus.

Selain dialog bersama para pengusaha UMKM, kegiatan dilanjutkan dengan sesi business matching yang memfasilitasi pengusaha UMKM dan ekonomi kreatif berkonsultasi dengan para ahli dan dijalankan dengan prinsip People, Process, and Technology.

“Aspirasi yang muncul dalam dialog tadi menunjukkan bahwa pelaku usaha butuh solusi cepat dan nyata. Oleh karena itu, kami memastikan adanya output konkret hari ini yang langsung diwujudkan melalui pelaksanaan business matching ini,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga dapat mengurus kelengkapan legalitas usaha, mulai dari Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikasi halal, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Fokus kita adalah percepatan legalitas, SNI, sertifikat halal, dan HAKI untuk memberikan perlindungan 360° bagi para pengusaha UMKM agar mereka benar-benar aman dan berdaya saat mengomersialkan produknya,” sambungnya.

​Salah satu pengusaha UMKM asal Bandung, Alhar PP mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini dikarenakan dapat menyerap ilmu baru dari para ahli.

“Kami sangat senang dapat berdialog langsung dengan Deputi Kemenko PM. Masukan kami didengar, dan langsung disambungkan dengan solusi melalui pelatihan dan _business matching_ pengurusan sertifikasi ini,” kata Alhar.

​Kemenko PM menyatakan bahwa model Perintis Berdaya Connect akan direplikasi ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari target Kabinet Merah Putih dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berdaya saing global.

Editor: Heru Febrianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 24 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 56 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia