Anak Usaha ERAA, Erafone Ekspansi Pasar Ritel di Jatim
SURABAYA, investor.id - Perusahaan perangkat telekomunikasi dan aksesori PT Erafone Artha Retailindo, salah satu anak usaha PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), berencana menambah banyak gerai baru di Jawa Timur. Gerai Erafone akan hadir di setiap kecamatan dengan menggandeng mitra lokal untuk menggenjot pasar ritel di Jawa Timur yang terus tumbuh.
Retail Partnership Development Erafone, Angkasa Mart Purbaya , mengungkapkan perluasan pasar di Jawa Timur itu merupakan bagian dari rencana penambahan dua kali lipat jumlah gerai secara nasional pada tahun depan. Saat ini, Erafone memiliki 230 gerai baik yang dikelola sendiri maupun oleh mitra lokal.
“Tahun depan, kita akan tambah gerai baru sehingga total menjadi 560 gerai. Beberapa daerah di Jawa Timur masuk dalam target penambahan gerai baru sampai ke tingkat kecematan, karena selama ini terus tumbuh pasarnya, bahkan saat pandemi Covid-19 gerai-gerai kita tetap tumbuh meski tipis dan omzetnya diatas Rp 1 miliar,” kata Angkasa di sela pembukaan pameran waralaba dan peluang usaha National Road Show Info Franchise and Business Concept Expo (IFBC) 2021 di Surabaya, Jumat (29/10/2021).
Angkasa berharap dari keikutsertaannya di pameran tersebut bisa menggaet 50 mitra lokal melalui program kemitraan yang akan mendukung rencana pengembangan gerai baru di Jawa Timur. Saat ini Erafone memiliki 4 gerai kemitraan, yakni 2 gerai di Malang, dan masing satu gerai di Madiun dan Ponorogo. Sedangkan gerai sendiri ada di setiap mal di Surabaya.
Dia optimistis target penambahan gerai di setiap kecamatan melalui program kemitraan akan tercapai. Pasalnya, mitra lokal cukup menyiapkan properti ruko seluas lebih dari 60 meter persegi yang sesuai standar Erafone, perizinan usaha, serta investasi awal. Selain untuk modal kerja, investasi awal juga bersifat deposit.
“Artinya, ketika kontrak kemitraan selesai dan mitra lokal memutuskan untuk tidak memperpanjang kerja sama, investasi awal akan dikembalikan kepadanya. Modalnya sekitar Rp 500 juta untuk satu gerai dengan kontrak 4 tahun,” terang dia.
Dikatakannya, penambahan gerai baru tahun depan sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar gadget di Indonesia yang jauh lebih baik dari tahun ini. “Kami sendiri memerkirakan pertumbuhan pasar 30 persen tahun depan, apalagi dengan kehadiran 5G,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan Nina Mora menyatakan, bisnis waralaba sangat gampang dijalankan dan diterapkan oleh pelaku usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena umumnya merk yang diwaralabakan sudah cukup dikenal dan sistemnya juga sudah cukup jelas.
“Itulah alasan mengapa perkembangan waralaba cukup bagus belakangan. Dalam sebulan, selalu ada satu dua tiga UMKM yang mendaftarkan waralaba. Prioritas kita sekarang adalah bagaimana bisa meningkatkan dan memajukan UMKM karena hamppir 85 persen usaha di Indonesia adalah UMKM dan paling bisa bertahan dalam kondisi seperti pandemi,” imbuh Nina.(ros)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler

