Kamis, 14 Mei 2026

Astra Sedaya Cari Pinjaman US$ 330 Juta

Penulis : Oleh Jauhari Mahardhika
17 Feb 2014 | 06:39 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – PT Astra Sedaya Finance (ASF), anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), menjajaki pinjaman bank sebesar US$ 330 juta. Perusahaan pembiayaan mobil dan alat berat itu juga mempunyai opsi tambahan sebesar US$ 170 juta.

Astra Sedaya akan mengeksekusi opsi tambahan, jika penawaran dari bank mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Dengan asumsi tambahan hingga sebesar US$ 170 juta, perseroan berpotensi meraup total pinjaman senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 6 triliun.

“Saat ini kami sedang dalam tahap penjajakan dengan bank asing,” kata Direktur Utama Astra Sedaya Jodjana Jody kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (16/2).

Namun, Jodjana belum bersedia menyebutkan identitas calon kreditor tersebut. Dia hanya mengatakan, dana hasil pinjaman akan digunakan untuk keperluan pembiayaan tahun ini.


Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 57 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia