Kamis, 14 Mei 2026

Nusantara Incar Proyek US$ 2 Miliar

Penulis : Oleh Antonia Timmerman
11 Jun 2014 | 05:28 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), perusahaan hasil kolaborasi Grup Rajawali dan Bosowa, mengincar sejumlah proyek senilai total US$ 2 miliar atau sekitar Rp 23 triliun.

Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 1,4 miliar atau 70% di antaranya adalah proyek jalan tol. Sisanya merupakan akuisisi perusahaan, penambahan menara telekomunikasi, dan pengembangan bisnis air bersih.

“Dalam pipeline kami ada potensi lebih dari US$ 2 miliar yang masih dipelajari. Kami sedang mengkaji mana yang akan diprioritaskan untuk dieksekusi tahun ini maupun tahun depan,” kata Direktur Utama Nusantara Infrastructure Ramdani Basri di Jakarta, Selasa (10/6).

Ramdani menegaskan, pihaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk memenuhi pendanaan. Tahun ini, perseroan siap mengucurkan dana minimal sebesar Rp 500 miliar. Dana tersebut berasal dari kas internal, pinjaman bank, dan pendanaan dari sejumlah mitra strategis.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 60 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia