Ray Dalio Serang Bitcoin, Michael Saylor Langsung Balas Keras
JAKARTA, investor.id – Perdebatan soal masa depan Bitcoin (BTC) kembali memanas setelah pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio melontarkan kritik tajam terhadap Bitcoin sebagai aset safe haven.
Namun, kritik tersebut langsung dibalas oleh Chairman Strategy Michael Saylor yang justru semakin optimistis terhadap prospek Bitcoin.
Dikutip dari Cryptonews, Dalio menilai BTC masih gagal menjadi aset lindung nilai global karena memiliki tiga kelemahan utama.
Pertama, masalah privasi. Menurut Dalio, seluruh transaksi Bitcoin bersifat publik sehingga dapat dipantau bahkan berpotensi dikendalikan pemerintah. Kondisi ini dianggap membuat Bitcoin kurang ideal sebagai aset cadangan bank sentral.
Kedua, korelasi dengan saham teknologi. Bitcoin dinilai masih bergerak searah dengan saham-saham teknologi sehingga rentan dilepas investor saat pasar membutuhkan likuiditas.
Ketiga, ukuran pasar Bitcoin yang masih relatif kecil dibanding emas. Dalio menilai emas tetap jauh lebih kuat karena sudah tertanam dalam sistem keuangan global dan dimiliki banyak negara sebagai cadangan devisa.
Meski demikian, Michael Saylor langsung membantah pandangan tersebut. Menurut dia, transparansi Bitcoin justru menjadi keunggulan utama karena membuat aset digital tersebut dapat diverifikasi dan diaudit secara global tanpa bergantung pada pihak ketiga.
Saylor juga menyoroti rasio Sharpe Bitcoin yang dinilai mampu mengungguli emas dalam hal imbal hasil berbasis risiko.
Sementara itu, perusahaan layanan finansial kripto River menyebut Bitcoin memiliki keunggulan dibanding emas karena dapat digunakan langsung untuk pembayaran dan transfer lintas negara.
Menariknya, Dalio sebenarnya juga diketahui memiliki alokasi investasi Bitcoin sejak 2021 dan masih merekomendasikan kepemilikan aset kripto dalam porsi kecil hingga 2025.
Dalio bahkan menyebut Bitcoin sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang terhadap ketidakstabilan ekonomi global, meski tetap menganggap emas sebagai pilihan yang lebih baik.
Bitcoin Menuju US$ 85.000?
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






