Kamis, 14 Mei 2026

27 Smelter Telah Beroperasi

Investor.id
23 Jan 2019 | 14:01 WIB
BAGIKAN

Di lain sisi, Bambang Gatot mengungkapkan, sebanyak 27 fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) telah beroperasi. Pembangunan smelter itu bergulir sejak 2014 silam seiring dengan larangan ekspor mineral mentah.

Tercatat pada 2016 sebanyak 20 smelter yang beroperasi. Kemudian di 2017 ada tambahan 5 smelter yang beroperasi. Sedangkan di 2018 kemarin sebanyak 2 smelter beroperasi. "Tahun ini ada tambah satu atau dua smelter. Tidak banyak," ujarnya.

Dihubungi terpisah, pendiri Asosiasi Perusahaan Pengolahan dan Pemurnian Mineral Indonesia (AP3I) Jonatan Handoyo menuturkan, mayoritas smelter yang beroperasi itu merupakan komoditas nikel. Dia memproyeksikan sudah tidak ada lagi investasi smelter nikel teranyar lantaran kondisi sudah jenuh. Belum lagi harga nikel dunia yang masih rendah, sekitar US$ 11.500 per ton.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, kondisi tersebut berat bagi smelter yang menggunakan tehnologi blast furnice. Hal ini lantaran harus menggunakan kokas yang masih tinggi, harganya US$ 380/ton. Padahal untuk memproduksi nickel pig iron satu ton diperlukan tiga ton kokas. Hanya smelter yang menggunakan tehnologi rotary kiln electric furnace yang bertahan, meski keuntungannya tipis.

Namun dia menegaskan pelaku smelter nikel tidak membutuhkan insentif dari pemerintah. "Selama ini tak ada smelter nikel yang menikmati insentif. Kami tak pernah merengek minta insentif," ujarnya.

Jonantan menuturkan, kelesuan bisnis smelter ini tak berlaku bagi mereka yang langsung melanjutkan sampai stainles steel karena harganya masih tinggi. Dia mengungkapkan, 27 smelter yang sudah beroperasi merupakan bentuk keberhasilan pemerintah menjalankan amanat Undang-Undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara.

"Yang dihadapi pelaku smelter sekarang adalah pasar dunia sedang lesu. Tapi 27 smelter yang beroperasi ini investasinya mencapai US$ 20 miliar. Ini berarti hilirisasi berhasil," ujarnya. (*)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 24 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 56 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia