27 Smelter Telah Beroperasi
Di lain sisi, Bambang Gatot mengungkapkan, sebanyak 27 fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) telah beroperasi. Pembangunan smelter itu bergulir sejak 2014 silam seiring dengan larangan ekspor mineral mentah.
Tercatat pada 2016 sebanyak 20 smelter yang beroperasi. Kemudian di 2017 ada tambahan 5 smelter yang beroperasi. Sedangkan di 2018 kemarin sebanyak 2 smelter beroperasi. "Tahun ini ada tambah satu atau dua smelter. Tidak banyak," ujarnya.
Dihubungi terpisah, pendiri Asosiasi Perusahaan Pengolahan dan Pemurnian Mineral Indonesia (AP3I) Jonatan Handoyo menuturkan, mayoritas smelter yang beroperasi itu merupakan komoditas nikel. Dia memproyeksikan sudah tidak ada lagi investasi smelter nikel teranyar lantaran kondisi sudah jenuh. Belum lagi harga nikel dunia yang masih rendah, sekitar US$ 11.500 per ton.
Menurut dia, kondisi tersebut berat bagi smelter yang menggunakan tehnologi blast furnice. Hal ini lantaran harus menggunakan kokas yang masih tinggi, harganya US$ 380/ton. Padahal untuk memproduksi nickel pig iron satu ton diperlukan tiga ton kokas. Hanya smelter yang menggunakan tehnologi rotary kiln electric furnace yang bertahan, meski keuntungannya tipis.
Namun dia menegaskan pelaku smelter nikel tidak membutuhkan insentif dari pemerintah. "Selama ini tak ada smelter nikel yang menikmati insentif. Kami tak pernah merengek minta insentif," ujarnya.
Jonantan menuturkan, kelesuan bisnis smelter ini tak berlaku bagi mereka yang langsung melanjutkan sampai stainles steel karena harganya masih tinggi. Dia mengungkapkan, 27 smelter yang sudah beroperasi merupakan bentuk keberhasilan pemerintah menjalankan amanat Undang-Undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara.
"Yang dihadapi pelaku smelter sekarang adalah pasar dunia sedang lesu. Tapi 27 smelter yang beroperasi ini investasinya mencapai US$ 20 miliar. Ini berarti hilirisasi berhasil," ujarnya. (*)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler

