IPB Kembangkan Sorgum untuk Bioetanol
JAKARTA - Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan galur sorgum yang unggul untuk dimanfaatkan sebagai bioetanol, bahan bakar nabati pengganti bensin.
"Kami masih dalam proses pemuliaan sorgum dengan sistem persilangan di generasi ke-5, dari sekitar 150 galur telah menjadi 105 galur," kata Dosen Agronomi dan Hortikultura IPB Dr Ningkoesoemaningtyas di sela seminar `Sorghum, Technology Development from Research to Industry" di Jakarta, Rabu.
Ia berharap hasil persilangan akhir dari sorgum varietas Numbu yang telah dilepas Kementerian Pertanian dengan berbagai varietas sorgum lainnya akan menghasilkan 2-3 varietas unggul yang sangat sesuai untuk bahan baku bioetanol.
Varietas Numbu, selain biji-bijiannya bisa menjadi pangan pokok pengganti beras, batangnya memiliki kandungan gula yang tinggi yang baik dimanfaatkan sebagai bioetanol. Kementan telah melepas sejumlah varietas sorgum yakni Numbu, Kawali, Higari, serta Mandau.
"Saya berharap varietas sorgum kami nantinya bisa menghasilkan 2.000 liter per hektare per sekali tanam yang berarti mengalahkan singkong. Sekarang ini produktivitas sorgum menghasilkan bioetanol baru 1.200 liter per hektare per sekali tanam," katanya.
Menurut dia, bioetanol yang berasal dari singkong, jagung atau tebu tidak menarik, karena pemanfaatan singkong, jagung atau tebu sebagai bioenergi menyebabkan harga pangan meroket.
Sedangkan bioetanol dari tanaman sorgum berasal dari batangnya yang tak berguna, meskipun batang sorgum sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi.
”Batang sorgum tersebut diperas menjadi nira dan difermentasi menjadi alkohol, seperti halnya tebu,” jelasnya.
Berbeda dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang mencari galur unggul sorgum dengan cara iradiasi yang bertujuan untuk meningkatkan keanekaragaman galur dengan mutasi genetik, ia menggunakan cara konvensional dengan persilangan tanaman.
Kelebihan sorgum, urainya, sangat toleran di lahan kering, bersifat masam, dan berkadar garam tinggi sehingga dengan menanam sorgum berarti memanfaatkan jutaan hektare lahan marjinal terlantar yang tersebar di berbagai provinsi. (tk/ant)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler





