Kamis, 14 Mei 2026

AAJI Luncurkan Roadmap Asuransi Jiwa 2022-2046

Penulis : Prisma Ardianto
20 Apr 2022 | 20:56 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Budi Tampubolon
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Budi Tampubolon

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) secara resmi meluncurkan roadmap industri asuransi jiwa untuk tahun 2022-2046. Roadmap atau peta jalan tersebut merupakan upaya bersama industri asuransi jiwa mengambil porsi lebih mensejahterakan masyarakat ketika Indonesia masuk usia emas pada tahun 2045.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan, sejumlah tujuan disusunnya peta jalan adalah agar asuransi terus tumbuh, sehat dan berkualitas, serta semakin dicintai oleh masyarakat. Tujuan itu kemudian diterjemahkan menjadi tiga pilar utama yakni pengembangan produk dan layanan, tata kelola yang baik, dan memperkuat permodalan.

"Kalau ada beberapa anggota kami yang agak batuk-batuk, umumnya bukan karena tidak go digital. Tapi karena tiga tiang utama itu, yang juga bertumpu pada pondasi enabler yang terdiri dari empat bagian pendukung," kata Budi saat konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (20/4).

Dia menerangkan, empat tiang utama pendukung yang dimaksud adalah sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, transformasi digital, regulasi untuk menjaga pertumbuhan dan stabilitas, serta asosiasi yang aktif menjalin kerja sama. Setiap pilar utama dan pendukung pun menghasilkan beberapa inisiatif dan program kerja.

"Peta jalan ini terdiri dari tiga pilar utama dan empat pilar pendukung, diterjemahkan menjadi 29 inisiatif strategik dan 82 program kerja. Banyak sekali. Tapi ini bukan dilaksanakan oleh AAJI, tapi dilaksanakan oleh industri atau 62 perusahaan asuransi jiwa dan 5 perusahaan reasuransi," kata dia.

Dia mengatakan, sebagian dari inisiatif strategis memang akan dikoordinir oleh AAJI. tapi sebagian besar adalah pilihan dari setiap anggota. "Kalau ini benar-benar dilaksanakan, kami yakin industri bisa bertumbuh, dengan sehat dan berkualitas, serta semakin dicintai oleh masyarakat," ucap Budi.

Melihat jumlah program kerja yang ada, peta jalan dirancang untuk jangka waktu 25 tahun yakni mulai tahun 2022-2046, terbagi atas tiga tahapan. Tahap pertama diperuntukan bagi tahun 2022-2027. Tahap kedua, dari tahun 2027-2032. Tahap ketiga dilakukan untuk tahun 2032-2046.

"Kaitannya dengan tahun 2046, pemerintah kita mencanangkan pada tahun 2045 kita masuk pada Indonesia Emas. Pada saat itu mimpi dan cita-cita kami mengambil porsi yang signifikan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, pada saat Indonesia emas," jelas Budi.

AAJI melihat bahwa tantangan yang dihadapi oleh industri ke depan akan kian meningkat dan dinamis. Sebagai contoh, pertumbuhan tertanggung individu yang akan terus ditingkatkan, urgensi dalam meningkatkan penetrasi pasar, hingga kebutuhan untuk berinovasi dalam menghadapi era perkembangan teknologi yang disruptif menjadi tantangan utama industri asuransi jiwa di Indonesia.

Budi menambahkan, diperlukan inisiasi transformasi industri dalam rangka akselerasi peningkatan kualitas dan pertumbuhan industri asuransi jiwa. Inisiatif transformasi tersebut yang akan diimplementasikan melalui roadmap industri asuransi jiwa 2022-2046.

Sementara itu, Direktur Eksekutif AAJI menerangkan bahwa asosiasi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas manajemen dan operasional industri asuransi jiwa. Hal itu dilakukan melalui penguatan struktur organisasi eksekutif berbasis manajemen risiko.

"Selain itu, AAJI juga mendorong industri untuk memperkuat kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat selama ini melalui peningkatan integritas tata kelola dan penyempurnaan regulasi untuk mendukung kepatuhan terhadap standar pelaporan keuangan internasional," jelas dia.

Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan inisiasi tersebut. Pertama, industri perlu melakukan pengembangan infrastruktur dan strategi pengawasan khususnya dalam penerapan kepatuhan. Kedua, industri menyiapkan sumber daya manusia unggul dengan kualifikasi dan pemahaman yang memadai. Terakhir, industri juga wajib menerapkan mekanisme monitoring atas peningkatan operational excellence.

Togar menuturkan, pengembangan ekosistem industri juga dapat dimaksimalkan melalui inovasi digital dan optimalisasi koordinasi serta sinergi antar pemangku kepentingan. Misalnya dengan melakukan sinergi dalam rangka perluasan akses dan optimalisasi layanan asuransi jiwa dengan menciptakan inovasi berbasis digital.

Dalam hal ini, setidaknya ada dua hal yang dapat dilakukan untuk memberdayakan inovasi berbasis digital agar semakin berkembang. Pertama, penguatan pengaturan untuk mendukung peningkatan digitalisasi asuransi jiwa. Kedua, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia dan teknologi industri agar perusahaan dapat lebih efisien dan juga efektif dalam proses transformasi digital dengan senantiasa memprioritaskan keamanan data dan informasi.

Pihaknya meyakini, akselerasi dan transformasi digital ditujukan agar produk dan layanan industri asuransi jiwa berkelas dunia. Dengan mengedepankan, customer centricity, customer protection, dan digital experience, kualitas industri asuransi jiwa dapat semakin meningkat dan tercipta kompetensi sehat, daya saing yang tinggi, dan adaptif terhadap berbagai perubahan di masa depan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 17 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia