Jumat, 15 Mei 2026

Bank Indonesia Sebut Pemulihan Ekonomi Dorong Ekspansi Kredit Korporasi

Penulis : Arnoldus Kristianus
13 Mei 2022 | 17:48 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam acara peluncuran Buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No.38 pada Jumat, (13/5/2022).
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam acara peluncuran Buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No.38 pada Jumat, (13/5/2022).

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) menyatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01% pada kuartal I 2022 berdampak positif pada kredit perbankan. Begitu juga dengan kinerja korporasi, pemulihan ekonomi menurutnya telah memicu ekspansi dan permintaan kredit.

“Sebagian besar korporasi penjualannya adalah sudah positif, bahkan sudah lebih dari 10% bahkan lebih tinggi. Sehingga mendorong permintaan untuk kredit modal kerja,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara peluncuran Buku Kajian Stabilitas Keuangan No.38 pada Jumat (13/5/2022).

Perry mengatakan telah terjadi kenaikan capital expenditure di korporasi. Hal tersebut mendorong permintaan kredit dari sisi investasi.

“Bank semakin yakin, semakin confidence untuk menyalurkan kredit. Terutama relaksasi dari sisi kebijakan makroprudensial, maupun mikroprudensial dari OJK,” kata Perry.

ADVERTISEMENT

Tren positif tersebut menunjukan telah terjadinya perbaikan kinerja dari dampak scarring effect (luka memar) di korporasi karena pandemi Covid-19. Perbaikan kinerja korporasi tidak terlepas dari kinerja Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yaitu sisi kebijakan fiskal oleh Kementerian Keuangan, kebijakan makroprudensial dari BI maupun kebijakan dari sisi mikro dan restrukturisasi kredit oleh Otoritas Jasa Keuangan.

“Kami juga melihat, penyaluran kredit perbankan semakin meningkat, suku bunga yang relatif rendah, likuiditas yang sangat longgar, dan  lending standard semakin membaik,” ucap Perry.

Sinergi terus dilakukan terhadap tidak hanya sektor sektor ekspor, juga manufacturing, makanan minuman, sampai ke otomotif dan properti. Dari sisi keuangan inovasi terus dilakukan terhadap pelayanan di sektor pelayanan jasa keuangan. Termasuk langkah-langkah BI dalam digitalisasi sistem pembayaran.

“Baik melalui digital banking, maupun payment, fintech, e-commerce melalui BI Fast, QRIS dan digitalisasi Ini bagian dari inovasi inovasi yang terus dilakukan,” ucap Perry.

BI juga memperkuat manajemen risiko, pengaturan, pengawasan dalam fungsi intermediasi perbankan Berbagai risiko perlu kita awasi dan mitigasi bagaimana risiko terus kita mitigasi baik risiko kenaikan harga-harga komoditas, harga pangan, risiko nilai tukar maupun risiko dari suku bunga.

Alhamdullilah, sinergi yang sangat kuat di bawah KSSK untuk memastikan tetap terjaganya stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan dan terus mendorong intermediasi dan inovasi sistem keuangan,” kata Perry.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia