Bank Raya (AGRO) Dukung Langkah BI Akselerasi Pendalaman Pasar Uang
JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan pasar uang melalui pasar repo khususnya perluasan jumlah pelaku repo perbankan guna meningkatkan pendalaman pasar keuangan. Hal ini sejalan dengan implementasi Blueprint Pengembangan Pasar Uang 2025.
BI memfasilitasi bank untuk dapat melakukan perjanjian Global Master Repurchase Agreement (GMRA) bersama dengan tujuan mempermudah bank dalam melakukan kesepakatan perjanjian. Bank Raya mendukung langkah tersebut dengan melakukan penandatanganan GMRA yang dilakukan oleh Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia, disaksikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi, dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti.
Ida Bagus dalam keterangannya menyambut baik langkah BI untuk mendorong akselerasi pendalaman pasar uang dengan pengembangan transaksi repo. "Dengan adanya langkah ini, maka akan semakin mempermudah bank-bank untuk memiliki alternatif penempatan dana atau sumber dana yang dapat digunakan untuk pengelolaan likuiditas,” ungkap dia, Selasa (30/5/2023).
Kebijakan Pengembangan Pasar Uang pada 2023 berupa upaya untuk mengembangkan transaksi repo mengingat transaksi repo memiliki peran penting dalam mengakselerasi pengembangan pasar uang, pasar modal, dan pasar surat utang yang menjadi underlying nya.
“Peran Bank Raya juga mendukung upaya sosialisasi repo untuk memberikan pemahaman lebih terkait GMRA, capacity building repo, penguatan legal standing, dan penerapan close-out meeting ke lebih dari 39 counterpart GMRA yang bekerjasama dengan Bank Raya,” sambung Ida Bagus.
Perseroan juga cukup aktif untuk menginisiasi kerja sama dengan counterpart, karena sejalan dengan blueprint BI bahwa repo ke depan dapat menjadi alat operasi moneter BI dan pelaku pasar uang terutama dalam mengakomodasi penerapan Primary Dealers (PDs) dalam operasi pasar terbuka. "Kami siap melakukan implementasi untuk mendukung inisiatif tersebut,” ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Bank Raya juga terpilih sebagai perwakilan bank yang ikut menandatangani GMRA. Pemilihan tersebut dilandasi oleh pertimbangan bahwa Bank Raya termasuk dalam bank yang aktif untuk menginisiasi perjanjian induk Repo (GMRA) terbanyak di tahun 2023 bersama empat bank lainnya.
“Kami aktif berkolaborasi dengan bank counterpart dan menjalin kerja sama untuk mendukung blueprint BI untuk pengembangan pasar uang,” pungkas Ida Bagus.
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






