Kredit UMKM Tumbuh 2,5%, Terburuk Sejak Pandemi Covid-19 Berakhir
JAKARTA, investor.id – Kredit perbankan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih belum bergairah di awal tahun ini. Kredit UMKM bahkan tumbuh melambat jadi 2,5% year on year (yoy) pada Januari 2025.
Merujuk data Bank Indonesia (BI), kredit UMKM pada awal tahun 2025 masih belum mampu bangkit dari rentetan pelemahan pada 2024. Bahkan, pertumbuhan 2,5% yoy itu jadi yang terburuk usai pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir pada Juni 2023.
Ditarik jauh kebelakang, kinerja bulanan kredit UMKM pada Januari 2025 sebesar 2,5% yoy juga menjadi yang terendah selama 39 bulan terakhir atau lebih dari 3 tahun belakangan.
Pada Januari 2025, kredit ke segmen usaha mikro turun 0,1% yoy menjadi Rp 629,8 triliun. Kredit ke segmen usaha kecil tumbuh paling tinggi sebesar 7,2% yoy menjadi Rp 455,3 triliun. Sedangkan kredit ke segmen usaha menengah meningkat 1,1% yoy menjadi Rp 305,6 triliun.
Kredit UMKM yang masih mampu bertumbuh mini itu masih lebih baik dibandingkan awal pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Ketika itu pada rentang Agustus 2020 – April 2021, kredit UMKM bahkan tercatat ke rentang pertumbuhan negatif. Posisi terdalam, kredit UMKM jatuh -2,95%.
Baca Juga:
Kredit UMKM BCA Terus MeningkatSecara keseluruhan, kredit perbankan pada Januari 2025 dilaporkan bertumbuh 9,6% yoy menjadi Rp 7.684,3 triliun, berdasarkan laporan M2. Pendorong utama masih dari kredit korporasi yang melonjak 15,3% yoy menjadi Rp 4.153,7 triliun.
Sementara dari sisi pendanaan, kinerja dana pihak ketiga (DPK) perbankan dalam catatan M2 pada Januari 2025 meningkat 5,3% yoy menjadi Rp 8.599,4 triliun. Dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing bertumbuh sebesar 6,2% yoy, 6,6% yoy, dan 3,4% yoy.
UMKM Naik Kelas
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






