Jumat, 15 Mei 2026

Kredit UMKM Tumbuh 2,5%, Terburuk Sejak Pandemi Covid-19 Berakhir

Penulis : Prisma Ardianto
2 Mar 2025 | 18:24 WIB
BAGIKAN
Pekerja menata sepatu yang telah selesai diproduksi di Sentra Penjualan Sepatu Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/2/2025). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Pekerja menata sepatu yang telah selesai diproduksi di Sentra Penjualan Sepatu Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/2/2025). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

JAKARTA, investor.id – Kredit perbankan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih belum bergairah di awal tahun ini. Kredit UMKM bahkan tumbuh melambat jadi 2,5% year on year (yoy) pada Januari 2025.

Merujuk data Bank Indonesia (BI), kredit UMKM pada awal tahun 2025 masih belum mampu bangkit dari rentetan pelemahan pada 2024. Bahkan, pertumbuhan 2,5% yoy itu jadi yang terburuk usai pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir pada Juni 2023.

Ditarik jauh kebelakang, kinerja bulanan kredit UMKM pada Januari 2025 sebesar 2,5% yoy juga menjadi yang terendah selama 39 bulan terakhir atau lebih dari 3 tahun belakangan.

ADVERTISEMENT

Pada Januari 2025, kredit ke segmen usaha mikro turun 0,1% yoy menjadi Rp 629,8 triliun. Kredit ke segmen usaha kecil tumbuh paling tinggi sebesar 7,2% yoy menjadi Rp 455,3 triliun. Sedangkan kredit ke segmen usaha menengah meningkat 1,1% yoy menjadi Rp 305,6 triliun.

Kredit UMKM yang masih mampu bertumbuh mini itu masih lebih baik dibandingkan awal pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Ketika itu pada rentang Agustus 2020 – April 2021, kredit UMKM bahkan tercatat ke rentang pertumbuhan negatif. Posisi terdalam, kredit UMKM jatuh -2,95%.

Secara keseluruhan, kredit perbankan pada Januari 2025 dilaporkan bertumbuh 9,6% yoy menjadi Rp 7.684,3 triliun, berdasarkan laporan M2. Pendorong utama masih dari kredit korporasi yang melonjak 15,3% yoy menjadi Rp 4.153,7 triliun.

Sementara dari sisi pendanaan, kinerja dana pihak ketiga (DPK) perbankan dalam catatan M2 pada Januari 2025 meningkat 5,3% yoy menjadi Rp 8.599,4 triliun. Dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing bertumbuh sebesar 6,2% yoy, 6,6% yoy, dan 3,4% yoy.

UMKM Naik Kelas

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 49 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia