Jumat, 15 Mei 2026

Industri Rancang Asuransi Keracunan untuk Program MBG

Penulis : Prisma Ardianto
11 Mei 2025 | 21:21 WIB
BAGIKAN
Seorang murid membawa kotak berisi makanan pada program Makan Bergizi Gratis di SDN Monsinget, daerah pesisir Desa Kajhu, Aceh Besar, Aceh, Senin (10/2/2025). (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Seorang murid membawa kotak berisi makanan pada program Makan Bergizi Gratis di SDN Monsinget, daerah pesisir Desa Kajhu, Aceh Besar, Aceh, Senin (10/2/2025). (ANTARA FOTO/Ampelsa)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama asosiasi di sektor asuransi tengah merancang produk yang relevan untuk mendukung penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terdapat dua risiko yang telah teridentifikasi yaitu terkait keracunan makanan yang bisa dialami penerima manfaat dan risiko kecelakaan kerja bagi pihak penyelenggara program MBG.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono menyampaikan, pihaknya mendorong pelaku usaha asuransi untuk terus mendongkrak penetrasi asuransi yang kini masih rendah. Salah satu kebijakan OJK adalah meminta pelaku usaha untuk berperan aktif dalam program-program pemerintah.

“Saat ini Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sedang menyusun proposal awal bagaimana industri asuransi dapat mendukung program-program pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis atau MBG,” ungkap Ogi dalam konferensi pers, dikutip pada Minggu (11/5/2025).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, terdapat dua risiko yang diidentifikasi pada tahap awal ini. Pertama, terkait dengan risiko keracunan makanan atau food poisoning yang dapat dialami oleh para penerima manfaat program MBG seperti anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Produk perlindungan ini rencananya akan diselenggarakan oleh industri asuransi jiwa.

Kedua, terkait dengan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja untuk para penyelenggara program MBG, baik itu perlindungan kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Produk asuransi tersebut akan diselenggarakan oleh perusahaan asuransi umum di bawah naungan AAUI.

Dalam perkembangannya, dukungan dari industri asuransi ini masih dalam tahap koordinasi untuk selanjutnya proposal dapat disajikan kepada pihak terkait, seperti Badan Gizi Nasional (BGN). Koordinasi antara OJK dan pihak asosiasi ini juga termasuk membahas besaran premi yang dibayarkan maupun santunan yang dapat diberikan.

“Kami ingin memastikan bahwa besarnya premi—karena ini menyeluruh—mungkin tidak terlalu besar. Sehingga bisa memenuhi harapan bagi risiko-risiko keracunan makanan maupun kecelakaan kerja,” tandas Ogi.

Seperti yang telah diwartakan, pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat dari program MBG sebanyak 82,9 juta anak dan ibu hamil pada akhir 2025. Untuk memastikan ini terealisasi, pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sampai dengan Rp 171 triliun.

Insiden Keracunan & Dukungan Ekosistem

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia