Kamis, 14 Mei 2026

Sharp akan Bangun Pabrik Terbesar Dunia di Karawang

Penulis : Antara
15 Mar 2012 | 15:20 WIB
BAGIKAN

JAKARTA - PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) membangun pabrik terbesar Sharp di seluruh dunia, untuk memproduksi kulkas dan mesin cuci di Karawang, Jawa Barat, dengan investasi Rp1,2 triliun.

"Pabrik baru tersebut mulai dibangun pada Juli 2012 dan ditargetkan selesai pada 2013," kata Presdir SEID Fumihiro Irie, di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan pembangunan pabrik baru tersebut untuk mengantisipasi permintaan kulkas dan mesin cuci yang terus meningkat.

Fumihiro memproyeksikan pada 2016 tingkat kepemilikan kulkas dan mesin cuci mencapai masing-masing 45% dan 15%, dibandingkan tahun 2010 masing-masing sebesar 35% (kulkas) dan 15% (mesin cuci).

"Sharp ingin mempertahankan penguasaan pasar elektronik di atas 25% di Indonesia," kata Irie. Saat ini, kata dia, Sharp telah menguasai pasar kulkas sebesar 31% dan mesin cuci 36%.

Ia menjelaskan pabrik baru di kawasan industri Karawang Internasional Industry City (KIIC) seluas 30 hektare itu, memiliki kapasitas produksi kulkas sebanyak 220 ribu unit/bulan atau 2,64 juta unit/ tahun dan mesin cuci sebanyak 140 ribu/bulan atau 1,68 juta/tahun.

Irie mengatakan kapasitas pabrik kulkas tersebut dua kali lipat lebih besar dibandingkan pabrik yang ada saat ini di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Sedangkan untuk mesin cuci, kapasitas pabrik baru tersebut 2,5 kali lebih besar dari pabrik lama di Pulo Gadung.

"Jadi pabrik baru tersebut akan menjadi pabrik alat rumah tangga terbesar di Indonesia, bahkan juga terbesar di antara pabrik sharp lainnya di seluruh dunia," ujar Irie.

Pabrik baru di Karawang itu, lanjut dia, akan konsentrasi memproduksi kulkas kecil sampai menengah dengan ukuran maksimal 300 liter. "Kulkas yang lebih besar, akan kami impor dari Thailand (untuk pasar Indonesia)," katanya.

Selain itu, pabrik baru itu juga akan memproduksi mesin cuci dua tabung.  (ant/gor)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 58 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia