Kamis, 14 Mei 2026

Produsen Motor Viar Targetkan Jual 120.000 Unit

Penulis : Antara
4 Feb 2011 | 16:49 WIB
BAGIKAN

SURABAYA- PT Triangle Motorindo selaku produsen motor "Viar" menargetkan penjualan pada 2011 bisa mencapai angka 120.000 unit atau tumbuh sekitar 24% dibanding tahun 2010.

General Manager Penjualan dan Pemasaran PT Triangle Motorindo, Akhmad Zafitra Dalie, kepada wartawan di Surabaya, Jumat mengatakan, penjualan produknya selama 2010 mencapai 96.807 unit atau meningkat hampir 58% dari angka penjualan sebelumnya sebanyak 61.293 unit.

"Kontribusi terbesar dari penjualan motor bebek sekitar 74%, sisanya dari jenis motor niaga (roda tiga), sport dan skutermatik (skutik)," katanya.

Dalie menjelaskan, penjualan produk Viar secara nasional saat ini menempati posisi keempat setelah produk dari pabrikan raksasa, yakni Honda, Yamaha dan Suzuki.

Dari total penjualan sepeda motor pada tahun 2010 yang mencapai sekitar 7,49 juta unit seperti dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pangsa pasar Viar baru sekitar 1,3%-nya.

"Prospek bisnis otomotif, khususnya sepeda motor di Indonesia masih cukup bagus, sehingga kami optimis penjualan Viar akan terus tumbuh secara signifikan," tambah Dalie.

Guna mengejar pertumbuhan penjualan, Triangle Motorindo merilis ulang motor skutik "Vior 125" yang tahun 2010 mendapat respon positif dari pasar.

Ia menambahkan wilayah Jatim yang pada 2010 memberikan kontribusi penjualan sekitar 12%, pada 2011 ditargetkan bisa naik menjadi 20%.

Saat ini, Triangle Motorindo sedang menyelesaikan pembangunan pabrik baru di Semarang yang diproyeksikan memiliki kapasitas produksi 40.000-60.000 unit per bulan dengan nilai investasi mencapai US$ 20 juta.

"Sementara kapasitas produksi pabrik yang ada saat ini baru sekitar 20.000 unit motor per bulan," ujar Dalie. (gor/ant)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 45 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 55 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 56 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia