Kamis, 14 Mei 2026

Petrokimia Gresik Bangun Pabrik Asam Fosfat

Penulis : Antara
23 Feb 2013 | 19:41 WIB
BAGIKAN

GRESIK - PT Petrokimia Gresik membangun pabrik asam fosfat untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pupuk NPK Phonska yang selama ini masih dipenuhi melalui impor.

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman, Sabtu mengatakan, dengan adanya pabrik asam fosfat akan menghemat devisa negara sebesar Rp2,2 triliun, sebab selama ini kekurangan asam fosfat sebesar 225 ribu ton/tahun diambil dari Jordania, Maroko, Afrika Selatan, Filipina dan India.

"Produksi asam fosfat di dalam negeri belum mencukupi, padahal bahan baku pupuk NPK terus meningkat, oleh karena itu salah satu solusinya adalah dengan mendirikan pabrik asam fosfat," tuturnya.

Pendirian pabrik asam fosfat akan menempati lahan sekitar 10 hektar di Kabupaten Gresik dengan pengerjaan selama 30 bulan, serta menelan investasi 160 juta dolar AS dengan kapasitas produksi 200 ribu ton/tahun.

"Karena menelan biaya yang cukup besar, Petrokimia Gresik telah menggandeng Bank Central Asia (BCA) untuk pembiayaanya, dengan komposisi 70 persen dari BCA dan 30 persen dari perusahaan," ucapnya.

Hidayat mengatakan, pembangunan pabrik ditarget selesai pada pada pertengahan tahun 2015, dan bisa beroperasi secara komersial.

"Dengan adanya pabrik ini, diharapkan ketergantungan impor bahan baku pupuk NPK Phonska dari negara lain bisa ditekan," ujarnya. (Investor Daily/tk/ant)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 36 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia