Kamis, 14 Mei 2026

Industri Logam, Besi dan Baja Naik 12,74%

Penulis : Antara
20 Aug 2013 | 14:20 WIB
BAGIKAN

JAKARTA-  Pertumbuhan sektor industri logam dasar, besi dan baja naik signifikan pada semester I 2013 yaitu 12,74%, lebih tinggi dari pertumbuhan kumulatif industri pengolahan nonmigas yaitu 6,58%, kata Sekjen Kementerian Perindustrian Ansari Bukhari.

"Pertumbuhan sektor industri logam dasar, besi dan baja yang tinggi tersebut ditopang oleh tingginya investasi di sektor industri serta konsumsi dalam negeri, sehingga memberikan optimisme di tengah melemahnya pasar ekspor," ungkap Ansari Bukhari saat membacakan sambutan Menteri Perindustrian MS Hidayat pada pembukaan Pameran Kemampuan Industri Material Dasar Logam di Jakarta, Selasa.

Pameran yang diikuti 37 perusahaan dan dua asosiasi itu berlangsung di Gedung Kementerian Perindustrian pada 20-23 Agustus 2013. Pameran menampilkan beberapa produk unggulan industri seperti besi spons, "copper cathode", alumunium ekstrusi, baja lapis seng, pipa baja, kompor gas, pintu baja, atap baja ringan, tangki air, produk rumah tangga dan lain-lain.

Menurut Ansari, investasi dan konsumsi dalam negeri yang tinggi itu menunjukkan perekonomian Indonesia masih tetap tumbuh dengan industri sebagai penggeraknya meskipun pasar ekspor di negara-negara mitra utama masih lemah.

Ansari mengatakan, negara-negara maju memiliki industri logam yang maju dan modern, khususnya industri besi baja. Besi baja merupakan material utama pembangunan infrastruktur, gedung, bangunan hingga jalan dan jembatan. "Itu merupakan keuntungan sekaligus tantangan bagi industri baja nasional kita yang memiliki pangsa pasar besar baik di domestik maupun internasional," tuturnya.

Menurut Ansari, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur terus meningkatkan daya saing industri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2013 melalui program hilirisasi industri mineral.

"Dengan program hilirisasi tersebut, diharapkan investasi di bidang pengolahan berbasis mineral dan logam di Indonesia dapat mempercepat peningkatan daya saing industri logam nasional," ujarnya. (gor/ant)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 39 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia