Industri Logam, Besi dan Baja Naik 12,74%
JAKARTA- Pertumbuhan sektor industri logam dasar, besi dan baja naik signifikan pada semester I 2013 yaitu 12,74%, lebih tinggi dari pertumbuhan kumulatif industri pengolahan nonmigas yaitu 6,58%, kata Sekjen Kementerian Perindustrian Ansari Bukhari.
"Pertumbuhan sektor industri logam dasar, besi dan baja yang tinggi tersebut ditopang oleh tingginya investasi di sektor industri serta konsumsi dalam negeri, sehingga memberikan optimisme di tengah melemahnya pasar ekspor," ungkap Ansari Bukhari saat membacakan sambutan Menteri Perindustrian MS Hidayat pada pembukaan Pameran Kemampuan Industri Material Dasar Logam di Jakarta, Selasa.
Pameran yang diikuti 37 perusahaan dan dua asosiasi itu berlangsung di Gedung Kementerian Perindustrian pada 20-23 Agustus 2013. Pameran menampilkan beberapa produk unggulan industri seperti besi spons, "copper cathode", alumunium ekstrusi, baja lapis seng, pipa baja, kompor gas, pintu baja, atap baja ringan, tangki air, produk rumah tangga dan lain-lain.
Menurut Ansari, investasi dan konsumsi dalam negeri yang tinggi itu menunjukkan perekonomian Indonesia masih tetap tumbuh dengan industri sebagai penggeraknya meskipun pasar ekspor di negara-negara mitra utama masih lemah.
Ansari mengatakan, negara-negara maju memiliki industri logam yang maju dan modern, khususnya industri besi baja. Besi baja merupakan material utama pembangunan infrastruktur, gedung, bangunan hingga jalan dan jembatan. "Itu merupakan keuntungan sekaligus tantangan bagi industri baja nasional kita yang memiliki pangsa pasar besar baik di domestik maupun internasional," tuturnya.
Menurut Ansari, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur terus meningkatkan daya saing industri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2013 melalui program hilirisasi industri mineral.
"Dengan program hilirisasi tersebut, diharapkan investasi di bidang pengolahan berbasis mineral dan logam di Indonesia dapat mempercepat peningkatan daya saing industri logam nasional," ujarnya. (gor/ant)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler

