Kamis, 14 Mei 2026

UC Rusal akan Eksplorasi Bauksit di Kalimantan Barat

Penulis : Anis Rifatul Ummah
26 Feb 2014 | 08:48 WIB
BAGIKAN

JAKARTA-Perusahaan produsen aluminium berskala global asal Rusia, UC Rusal melakukan kerja sama dengan PT Arbaya Energi untuk mendorong eksplorasi dan penambangan bauksit serta produksi alumina di Kalimantan Barat, Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh CEO UC Rusal Oleg Deripaska dengan Direktur Utama PT Arbaya Energi Suryo Bambang Sulisto dalam acara kerja sama antar Pemerintah Rusia dan Indonesia dalam bidang perdagangan, ekonomi dan teknik di Jakarta, Selasa.

Dalam perjanjian tersebut, kedua perusahaan sepakat untuk melakukan kerja sama investasi dengan membangun sumber daya dan infrastruktur memadai, meskipun teknis penerapan proyek masih akan dilakukan pembicaraan lebih lanjut.

CEO UC Rusal Oleg Deripaska menyambut baik kesempatan untuk bekerja sama dengan PT Arbaya Energy, yang merupakan bagian dari Satmarindo Group, untuk melakukan aktivitas pertambangan di wilayah Indonesia.

"Kami telah mengemukakan sejak lama bahwa kami sangat berminat untuk melakukan ekspansi ke pasar Asia Tenggara, karena kami melihat Asia Tenggara memiliki keunggulan tersendiri di dunia pertambangan global," ujarnya.

Saat ini, industri pertambangan di Indonesia telah mengalami perkembangan luar biasa dan menjadi negara penghasil bauksit terbesar ketiga di dunia, sehingga kerja sama ini dapat menjadi pijakan yang baik bagi kedua perusahaan secara global.

Sedangkan, Direktur Utama PT Arbaya Energy Suryo Bambang Sulisto mengatakan kerja sama dengan salah satu perusahaan aluminium terbesar di dunia, dapat meningkatkan posisi Indonesia di mata industri pertambangan dunia.

"Kerja sama ini sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam membentuk industri pengolahan nasional yang berskala internasional," ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ini.

Investasi Rusia Dalam kesempatan yang sama, KADIN Indonesia bersama dengan Rusia Indonesia Business Council terus mendorong peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia melalui peningkatan perdagangan dan investasi.

Lingkup sektor yang didorong antara lain bidang energi, industri pertambangan, sektor migas dan metalurgi, telekomunikasi, eksplorasi laut dan teknologi luar angkasa, teknik mesin, pembuatan kapal, industri kayu, sektor perbankan dan finansial, lingkungan hidup dan sektor pariwisata.

Ketua Umum KADIN Suryo Bambang Sulisto mengatakan, kerja sama kedua negara dapat saling melengkapi satu sama lain karena Rusia memiliki teknologi canggih dalam militer, pertambangan, penerbangan, dan banyak lagi kerja sama sektor lainnya yang dapat dilakukan.

Berdasarkan catatan, sepertiga impor minyak sawit Rusia tahun lalu berasal dari Indonesia. Namun, dari sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan dari kedua negara masih relatif rendah karena kurangnya penerbangan langsung.

Peluang investasi telah terbuka bagi pembangunan jalur Kereta Api di Kalimantan Timur untuk mengangkut batubara, minyak sawit, hasil pertanian dan transportasi. Saat ini telah dipersiapkan sumber daya manusia dan pengetahuan teknis yang diperlukan untuk mengoperasikan kereta api ini.(ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 22 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 51 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia