Kamis, 14 Mei 2026

Transnusa akan Tambah 3 Pesawat ATR

Penulis : Gora Kunjana
1 Aug 2018 | 20:47 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- PT Transnusa Aviation Mandiri atau maskapai Transnusa berencana menambah tiga pesawat ATR 72-600 pada tahun ini guna mendukung pengembangan rute-rute penerbangan domestik.


"Maskapai Transnusa akan meningkatkan jaringan rute domestiknya menjadi 30 tujuan dari saat ini sesuai dengan rencana penambahan armada ATR 72-600 tersebut. Beberapa rute baru tersebut berada di Kalimantan," kata Managing Director Transnusa Bayu Sutanto di Jakarta, belum lama ini.

ADVERTISEMENT


Dia menambahkan, tiga pesawat ATR 72-600 yang disewa itu akan menambah jumlah armada Transnusa. Saat ini, selain pesawat lama Bae 146 dan Fokker 70 yang akan segera diremajakan, Transnusa mengoperasikan tiga ATR 72-600 dan satu unit ATR 42. “Pesawat terbang ATR telah terbukti dikenal dan disukai oleh penumpang," kata Bayu.


Bayu menambahkan, pesawat ATR ini sangat mendukung layanan penerbangan Transnusa sebagai maskapai regional atau pengumpan, karena bisa mendarat dan tinggal landas di bandara-bandara yang tidak bisa didarati oleh pesawat jet.


Selain itu, pesawat ini juga andal untuk dioperasikan dan sangat membantu meningkatkan reputasi dalam pencapaian ketepatan waktu (on time performance/ OTP).


“Selama semester pertama 2018, kami mendapatkan peringkat pertama untuk ketepatan waktu, yaitu sebesar 91% sesuai dengan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada pekan lalu," imbuh Bayu.


Sementara itu ATR Sales Director Lim Kian Hui mengatakan, pesawat ATR mempunyai biaya operasi yang terendah dan kinerja luar biasa di landas pacu yang pendek. Pesawat turboprop ATR ini sangat cocok untuk Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan bandara-bandara dengan landasan pacu yang pendek.


Transnusa, menurut dia, sangat sukses mengambil kelebihan- kelebihan pesawat ini untuk mengembangkan rute-rute penerbangannya. "Pihak ATR sangat yakin bahwa Transnusa akan segera menambah jumlah armada pesawat ATR untuk memenuhi peningkatan permintaan rute penerbangan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia," sambung Lim.


OTP

Sementara itu, Bayu menekankan, ketepatan waktu atau OTP merupakan pertimbangan yang penting bagi penumpang dan dapat meningkatkan utilisasi pesawat terbang. Hasil tersebut merupakan bukti kerja sama tim mulai dari flight operation, fliht dispacth, network plan, crew management, ground handling, maintenance, dan engineering.


Untuk diketahui, data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menyatakan, selama periode 1 Januari-30 Juni 2018 terdapat 415.961 penerbangan yang dioperasikan angkutan udara niaga domestik. Jumlah penerbangan tepat waktu sebanyak 326.461 atau 78,48%. (esa)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 17 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 49 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 59 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia