Kamis, 14 Mei 2026

GMF Aeroasia-NOK Air Kerja Sama Perawatan Pesawat

Penulis : Antara
15 Feb 2013 | 08:03 WIB
BAGIKAN

JAKARTA-PT GMF AeroAsia dan NOK Air, perusahaan penerbangan dari Thailand, sepakat meningkatkan kerja sama perawatan pesawat untuk mendukung operasional maskapai berbiaya murah yang sedang berkembang tersebut.

"Kerja sama GMF AeroAsia dengan NOK Air sudah terjalin sejak beberapa tahun terakhir. Kemitraan tidak terbatas pada perawatan pesawat, juga pengembangan kompetensi teknisi NOK Air melalui beberapa training dengan instruktur dari GMF AeroAsia," kata Direktur Utama GMF AeroAsia, Richard Budihadianto, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (14/2).

Menurut Richard, penguatan kerja sama terlihat dari penyerahan dua pesawat NOK Air jenis B737-800 NG dengan registrasi SH-DBK dan HS-DBJ yang disaksikan langsung CEO NOK Air Petee Sarasin, dan Director of Quality Assurance NOK Air, Rungsum Lamuboi.

"Kepercayaan yang didapatkan GMF AeroAsia dalam jangka panjang ini menunjukkan kepuasan pelanggan terhadap kualitas produk dan layanan GMF," ujarnya.

Kepercayaan dari pemain regional customer ini diharapkan memperkuat penetrasi pasar GMF yang juga anak usaha PT Garuda Indonesia ini di kawasan Asia Tenggara.

Richard menambahkan kerja sama perawatan pesawat antara GMF AeroAsia dan NOK Air secara resmi ditandatangani di arena Singapore Airshow 2012 pada 17 Februari 2012.

Jenis perawatan yang dilaksanakan, berdasarkan permintaan NOK Air dan kapabilitas yang dimiliki oleh GMF.

Selama ini, GMF AeroAsia selalu mampu pemenuhi permintaan NOK Air, beberapa pesawat NOK Air yang telah menjalani perawatan di GMF AeroAsia selama ini adalah pesawat B737-Series.

Sebagai maskapai bertarif murah, NOK Air memiliki komitmen yang kuat terhadap keamanan operasional pesawatnya, yang merujuk pada standar perawatan pada Thai Airways sebagai maskapai utama di Thailand.

Pengakuan dari otoritas penerbangan sipil Thailand ini merupakan modal penting bagi GMF AeroAsia dalam melakukan penetrasi pasar perawatan pesawat di Thailand.

Richard Budihadianto menambahkan NOK Air, GMF telah melaksanakan perawatan pesawat sejumlah penerbangan asal negeri "gajah putih" itu, seperti Phuket Air.

Untuk memperkuat penetrasi pasar, GMF juga mengembangkan kapabilitas dan kapasitasnya seperti membangun hanggar baru untuk pesawat "narrow body", tipe terbaru seperti B737-NG dan A320.

Pada tahun 2013, GMF AeroAsia menargetkan pendapatan sekitar 260 juta dolar AS, meningkat sekitar 30 persen dibanding pendapatan tahun 2012 sekitar 200 juta dolar AS.

Dengan peningkatan pendapatan tersebut, anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk ini memperkirakan laba bersih pada 2013 mencapai sekitar 18,2 juta dolar AS, melonjak lebih dua kali lipat dibanding proyeksi laba 2012 sekitar 8 juta dolar AS. (*/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia