Kamis, 14 Mei 2026

Dolar Menguat Terhadap Euro

Penulis : ah
1 Jul 2015 | 08:56 WIB
BAGIKAN

NEW YORK - Kurs dolar AS menguat terhadap euro pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena situasi utang Yunani memburuk dengan gagal bayar (default) pada pembayaran angsuran pinjaman kepada Dana Moneter Internasional (IMF) semakin dekat.

Mata uang bersama euro berada di bawah tekanan ketika Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis mengatakan Selasa pagi bahwa Athena tidak akan membayar angsuran pinjaman IMF yang jatuh tempo Selasa, 30 Juni. Euro merosot hampir 0,8 persen terhadap greenback dan diperdagangkan pada 1,1144 pada akhir perdagangan.

Kantor Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras kemudian mengatakan bahwa pemerintah Yunani mengusulkan kesepakatan utang dua tahun dengan Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM) dalam upaya menit terakhir untuk mencegah gagal bayar dan kemungkinan keluar dari zona euro (Grexit).

Pernyataan itu dikeluarkan beberapa jam sebelum dana talangan (bailout) Yunani yang sedang berlangsung akan berakhir pada Selasa di tengah malam, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas situasi keuangan Yunani yang mengerikan.

Di sisi ekonomi AS, kelompok riset Conference Board yang berbasis di New York pada Selasa mengatakan dalam survei bulanannya bahwa kepercayaan konsumen AS terus naik pada Juni. Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board naik dari 94,6 pada Mei menjadi 101,4 pada Juni, jauh di atas konsensus pasar 97,4.

Pada akhir perdagangan di New York, euro jatuh menjadi 1,1144 dolar dari 1,1248 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris merosot ke 1,5731 dolar dari 1,5736 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7714 dolar dari 0,7703 dolar.

Dolar AS dibeli 122,33 yen Jepang, lebih rendah dari 122,46 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9349 franc Swiss dari 0,9264 franc Swiss, dan melonjak menjadi 1,2494 dolar Kanada dari 1,2370 dolar Kanada. (ant/jnh)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 27 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 60 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia