Kamis, 14 Mei 2026

Ngozi Okonjo-Iweala, Perempuan Pertama Pimpin WTO

Penulis : Grace Eldora
16 Feb 2021 | 06:14 WIB
BAGIKAN
Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria berpose saat difoto di rumahnya di Potomac, Maryland, dekat Washington DC, Amerika Serikat (AS), selang beberapa menit sebelum dia dikonfirmasi pada 15 Februari 2021 sebagai wanita pertama dan asal Afrika pertama yang memimpin Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). ( Foto: Eric Baradat / AFP )
Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria berpose saat difoto di rumahnya di Potomac, Maryland, dekat Washington DC, Amerika Serikat (AS), selang beberapa menit sebelum dia dikonfirmasi pada 15 Februari 2021 sebagai wanita pertama dan asal Afrika pertama yang memimpin Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). ( Foto: Eric Baradat / AFP )

JENEWA, investor.id - Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria dipastikan pada Senin (15/2) sebagai perempuan pertama dan pemimpin Afrika pertama untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Yang saat ini dalam kondisi sulit hampir lumpuh dan sangat membutuhkan dorongan baru.

WTO dijadwalkan mengadakan pertemuan dewan umum khusus di mana Okonjo-Iweala diprediksi terpilih secara resmi sebagai dirjen badan perdagangan global yang baru.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sangat mendukung pencalonannya tidak lama setelah satu-satunya pesaing yang tersisa, Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel) Yoo Myung-hee, mundur dari pencalonan.

"Saya berharap untuk menyelesaikan prosesnya," kata Okonjo-Iweala pada 6 Februari setelah mengamankan dukungan dari pemerintahan Biden, seperti dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

Ia merupakan mantan menteri keuangan Nigeria dan veteran Bank Dunia. Organisasi ini juga ingin menyelesaikan proses berlarut-larut, setahun lebih cepat dari jadwal. Adapun WTO tidak memiliki pemimpin sejak diplomat Brazil Roberto Azevedo mengundurkan diri Agustus 2020.

Proses memilih satu dari delapan kandidat untuk menggantikannya diharapkan selesai pada November, tetapi pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump memblokir konsensus untuk menunjuk Okonjo-Iweala.

Calon Reformasi

Okonjo-Iweala (66 tahun) tidak berada di markas besar WTO Jenewa untuk sesi virtual Senin (15/2) dan belum diketahui kapan ia akan menjalankan tugas.

Sesi khusus organisasi beranggotakan 164 orang itu berlangsung pada siang dan Okonjo-Iweala dijadwalkan mengadakan konferensi pers secara daring dua jam kemudian.

WTO menunjuk para pemimpinnya melalui pencarian konsensus. Sehingga meskipun ia adalah satu-satunya kandidat yang masih berada dalam pencalonan, mendapat dukungan AS, Uni Eropa (UE), dan Afrika, selalu ada kemungkinan tidak berjalan sesuai rencana.

Dia akan mengambil alih sebuah organisasi yang terperosok dalam berbagai krisis dan berjuang untuk membantu negara anggota menavigasi kemerosotan ekonomi global yang parah, dipicu oleh pandemi virus corona.

Okonjo-Iweala berpendapat selama pencalonan, dirinya ditempatkan terbaik dari delapan kandidat jabatan tersebut untuk mengarahkan WTO melalui krisis. "Saya adalah kandidat reformasi," tegasnya.

Ia telah mengingatkan, proteksionisme dan nasionalisme yang tumbuh didorong oleh pandemi dan menegaskan hambatan perlu diturunkan untuk membantu dunia pulih.

Bahkan sebelum Covid-19 menghantam ekonomi global, WTO terbebani oleh pembicaraan perdagangan yang macet dan berjuang untuk mengekang ketegangan perdagangan antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

WTO juga menghadapi serangan tanpa henti dari Pemerintah AS di bawah pendahulu Biden, Donald Trump. Di antara banyak hal lain, Trump menghentikan sistem banding penyelesaian sengketa WTO pada akhir 2019.

Ngozi Okonjo-Iweala, Perempuan Pertama Pimpin WTO
Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria berpose saat difoto di rumahnya di Potomac, Maryland, dekat Washington DC, Amerika Serikat (AS), selang beberapa menit sebelum dia dikonfirmasi pada 15 Februari 2021 sebagai wanita pertama dan asal Afrika pertama yang memimpin Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). ( Foto: Eric Baradat / AFP )

Ketegasan, Keberanian

Okonjo-Iweala mengatakan, prioritasnya mencakup pembicaraan perdagangan yang sudah lama terhambat dan menghidupkan kembali Badan Banding WTO.

Dua kali menteri keuangan Nigeria (2003-2006 dan 2011-2015) dan menteri luar negeri wanita pertama dalam dua bulan tugas pada 2006, Okonjo-Iweala dipandang sebagai pelopor di tanah airnya Afrika bagian barat.

Dia menepis klaim yang mengatakan dirinya tidak memiliki pengalaman sebagai menteri perdagangan atau negosiator. Okonjo-Iweala bersikeras apa yang dibutuhkan untuk memimpin WTO bukanlah keterampilan teknis, tetapi ketegasan, keberanian.

Okonjo-Iweala menggambarkan dirinya sebagai pejuang melawan korupsi yang merajalela di Nigeria, mengatakan bahwa ibunya sendiri bahkan diculik karena usahanya untuk mengatasi masalah.

Tetapi para pengkritiknya berpendapat, ia seharusnya berbuat lebih banyak untuk mengatasi masalah saat menjabat.

Ekonom pembangunan dengan pelatihan tersebut mendapat gelar dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard. Okonjo-Iweala juga memiliki 25 tahun karir sebagai ekonom pembangunan di Bank Dunia dan menjadi nomor dua di organisasi tersebut.

Dia juga menjabat sebagai dewan direksi media sosial Twitter dan mengetuai kemitraan kesehatan global publik-swasta Gavi, Vaccine Alliance.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia