Ngozi Okonjo-Iweala, Perempuan Pertama Pimpin WTO
JENEWA, investor.id - Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria dipastikan pada Senin (15/2) sebagai perempuan pertama dan pemimpin Afrika pertama untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Yang saat ini dalam kondisi sulit hampir lumpuh dan sangat membutuhkan dorongan baru.
WTO dijadwalkan mengadakan pertemuan dewan umum khusus di mana Okonjo-Iweala diprediksi terpilih secara resmi sebagai dirjen badan perdagangan global yang baru.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sangat mendukung pencalonannya tidak lama setelah satu-satunya pesaing yang tersisa, Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel) Yoo Myung-hee, mundur dari pencalonan.
"Saya berharap untuk menyelesaikan prosesnya," kata Okonjo-Iweala pada 6 Februari setelah mengamankan dukungan dari pemerintahan Biden, seperti dikutip AFP.
Ia merupakan mantan menteri keuangan Nigeria dan veteran Bank Dunia. Organisasi ini juga ingin menyelesaikan proses berlarut-larut, setahun lebih cepat dari jadwal. Adapun WTO tidak memiliki pemimpin sejak diplomat Brazil Roberto Azevedo mengundurkan diri Agustus 2020.
Proses memilih satu dari delapan kandidat untuk menggantikannya diharapkan selesai pada November, tetapi pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump memblokir konsensus untuk menunjuk Okonjo-Iweala.
Calon Reformasi
Okonjo-Iweala (66 tahun) tidak berada di markas besar WTO Jenewa untuk sesi virtual Senin (15/2) dan belum diketahui kapan ia akan menjalankan tugas.
Sesi khusus organisasi beranggotakan 164 orang itu berlangsung pada siang dan Okonjo-Iweala dijadwalkan mengadakan konferensi pers secara daring dua jam kemudian.
WTO menunjuk para pemimpinnya melalui pencarian konsensus. Sehingga meskipun ia adalah satu-satunya kandidat yang masih berada dalam pencalonan, mendapat dukungan AS, Uni Eropa (UE), dan Afrika, selalu ada kemungkinan tidak berjalan sesuai rencana.
Dia akan mengambil alih sebuah organisasi yang terperosok dalam berbagai krisis dan berjuang untuk membantu negara anggota menavigasi kemerosotan ekonomi global yang parah, dipicu oleh pandemi virus corona.
Okonjo-Iweala berpendapat selama pencalonan, dirinya ditempatkan terbaik dari delapan kandidat jabatan tersebut untuk mengarahkan WTO melalui krisis. "Saya adalah kandidat reformasi," tegasnya.
Ia telah mengingatkan, proteksionisme dan nasionalisme yang tumbuh didorong oleh pandemi dan menegaskan hambatan perlu diturunkan untuk membantu dunia pulih.
Bahkan sebelum Covid-19 menghantam ekonomi global, WTO terbebani oleh pembicaraan perdagangan yang macet dan berjuang untuk mengekang ketegangan perdagangan antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
WTO juga menghadapi serangan tanpa henti dari Pemerintah AS di bawah pendahulu Biden, Donald Trump. Di antara banyak hal lain, Trump menghentikan sistem banding penyelesaian sengketa WTO pada akhir 2019.
Ketegasan, Keberanian
Okonjo-Iweala mengatakan, prioritasnya mencakup pembicaraan perdagangan yang sudah lama terhambat dan menghidupkan kembali Badan Banding WTO.
Dua kali menteri keuangan Nigeria (2003-2006 dan 2011-2015) dan menteri luar negeri wanita pertama dalam dua bulan tugas pada 2006, Okonjo-Iweala dipandang sebagai pelopor di tanah airnya Afrika bagian barat.
Dia menepis klaim yang mengatakan dirinya tidak memiliki pengalaman sebagai menteri perdagangan atau negosiator. Okonjo-Iweala bersikeras apa yang dibutuhkan untuk memimpin WTO bukanlah keterampilan teknis, tetapi ketegasan, keberanian.
Okonjo-Iweala menggambarkan dirinya sebagai pejuang melawan korupsi yang merajalela di Nigeria, mengatakan bahwa ibunya sendiri bahkan diculik karena usahanya untuk mengatasi masalah.
Tetapi para pengkritiknya berpendapat, ia seharusnya berbuat lebih banyak untuk mengatasi masalah saat menjabat.
Ekonom pembangunan dengan pelatihan tersebut mendapat gelar dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard. Okonjo-Iweala juga memiliki 25 tahun karir sebagai ekonom pembangunan di Bank Dunia dan menjadi nomor dua di organisasi tersebut.
Dia juga menjabat sebagai dewan direksi media sosial Twitter dan mengetuai kemitraan kesehatan global publik-swasta Gavi, Vaccine Alliance.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler

